​Aturan berbahasa roh dalam pertemuan jemaat mula-mula

Praktek dan peraturan yang diberlakukan oleh jemaat mula-mula haruslah menjadi salah satu acuan penting bagi jemaat hari ini. Hal ini diyakini karena pada zaman itu, rasul-rasul masih ada, bahkan Yesus sendiripun masih hidup di dunia mengenakan tubuh kemanusiaan. Jadi, aturan seperti apa yang dikenan Tuhan masih terasa sekali bagi jemaat mula-mula itu. 
Bagaimanakah peraturan berbahasa roh yang diterapkan jemaat mula-mula itu? Tentang hal ini, kita bisa membaca nas Alkitabnya dari 1 Kor. 14:26-28. Aturannya antara lain:

Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.  Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. 

Perhatikan tiga hal ini:

1. Hanya boleh 2 orang atau maksimal 3 orang

Aturan ini diterapak rasul Paulus karena jemaat di Korintus tampak kacau dengan orang-orang yang mengaku mendapat karunia berbahasa roh. Sepertinya mereka maunya hanya mendapat karunia berbahasa roh. Apakah mereka menganggap karunia ini keren dan paling hebat? Bisa jadi. Tapi, intinya mereka salah. 

2. Harus bergantian, tidak boleh serentak (seorang demi seorang)

Oleh karena Tuhan suka dengan keteraturan, maka dalam berbahasa roh yang benar pun harua dilakukan secara bergantian. Aturan ini diberikan bukan berarti karena Tuhan tidak sanggup mengartikan bahasa-bahasa mereka serentak, melainkan Tuhan mau bahwa karunia yang Ia berikan bermanfaat untuk manusia. Karunia yang Tuhan berikan bisa membagun keimanan manusia menjadi semakin teguh kepada Tuhan. 

3. Harus ada penerjemahnya

Lagi-lagi, aturan ini tujuanya bukan demi memudahkan Tuhan memahami bahasa roh itu, tetapi agar jemaat-jemaat lainnya faham akan pesan dari Tuhan itu. Bahasa roh tanpa terjemahan sama sekali tidak berguna, bahkan bisa dikategorikan menentang firman Tuhan, sebab Alkitab telah dengan jelas-jelas membuat aturan tentang bahasa roh. Manusia hari ini, yang bisa membaca, harusnya tidak boleh berdalih lagi dengan mengatakan tidak tahu, sebab Tuhan sudah beri kemudahan untuk manusia. 

Jika ketiga aturan berbahasa roh di atas dilanggar, maka orang-orang yang melanggar itu sebenarnya tidak melayani Tuhan, melainkan melayani nafsu dirinya sendiri. Kebebalan ingin mempertahankan tradisi yang demikian berarti adalah upaya mendirikan kebenaran versi dirinya sendiri, dan tentang itu pasti Tuhan tidak senang. 

Bagaimana orang-orang di gereja Anda saat ini berbahasa roh? 

Apakah terlaksana lebih dari 3 orang? Jika ya, berarti gereja Anda melanggar firman Tuhan.

Apakah pelaksanaannya dilakukan bergantian atau malah dipandu supaya serentak? Jika ya, maka dalam poin ini, gereja tersebut sudah dua kali melanggar aturan Alkitab.

Apakah setiap kali ada yang berbahasa roh juga didampingi orang yang menerjemahkannya? Jika tidak, maka gereja tersebut tidak mematuhi aturan Alkitab lagi. Berarti, gereja tersebut melanggar keseluruhan aturan berbahasa lidah yang benar yang diajarkan Alkitab. Untuk itu, pembaca haruslah mengingatkan orang-orang di sekitar Anda yang masih salah menggunakan karunia berbahasa lidah tersebut.
Namun demikian, masih ada satu hal lain lagi yang perlu diketahui secara tuntas, yaitu Apakah karunia berbahasa roh masih Tuhan berikan setelah Alkitab kanon?
Tarutung, 08 Februari 2018

Ev. Marudut Sianturi, M. Div 

​COWBOY2AN YANG TEMBAK KAKI SENDIRI

Dengan apakah sesungguhnya paling tepat saya harus menggambarkan mereka yang ngotot mempromosikan Elohim dan Yashua Ha Masiah? 

Sudah jelas bahwa seluruh kitab PB ditulis dalam bahasa Yunani, dan kata yang dipakai ialah Theos. Theos artinya YANG DISEMBAH, seperti kata Elohim dan Allah. Langsung ada yg berteriak, Allah itu dewa bulan! Orang yang berteriak ini terlalu tergesa-gesa. Karena kata ALLAH, berasal dari Al-Ilah, yg artinya ilah itu, maka semua yang disembah dipanggil Allah termasuk ketika mereka menyembah bulan yang mereka panggil bulan itu ALLAH. Demikian juga dengan kata Theos dipakai orang Yunani untuk dewa mereka. 

Hal yang lebih fatal ialah bahwa mereka tidak mau pakai kata Yesus melainkan Yashua Ha Masiah, padahal kitab PB melalui inspirasi Roh Kudus memakai bahasa Yunani menulis Ἰησοῦς (Iesous).  

Banyak tahun lalu,  ketika seorang yang berdebat dengan saya, ngotot berkata bahwa harus Yashua, bukan Yesus.  Saya katakan kepadanya bahwa kitab PB bahasa asli menulis dalam bahasa Yunani dan bunyinya Yesus. Dia menjawab saya dengan berkata bahwa kitab PB yang asli ditulis dalam bahasa Aramik. Saya tanya kepadanya, mengapakah tidak ada manuscript atau fragment yang ditemukan? Dan dia menjawab saya dengan enteng bahwa yang asli dalam bahasa Aramik sudah hilang, yang bahasa Yunani terjemahan yang tersimpan. Dan saya berkata bahwa Ahmed Deedat beserta tokoh-tokoh Muslim sangat bersukacita mendengar pernyataanmu bahwa Alkitab Bahasa  Asli sudah hilang. 

Saya melihat,  mereka adalah orang-orang yang bersemangat,  yang tidak berpikir panjang dan bertindak seperti anak kecil. Mereka seperti orang yang sedang main cowboy-cowboyan,  yang  mencoba memutar-mutar pistolnya,  tapi akhirnya menembak kakinya sendiri. 

Sebab, jika benar kitab PB ditulis dalam bahas Aramik,  dan naskah itu sudah hilang, sedangkan yang bahasa Yunani adalah terjemahan, maka itu sesungguhnya sebuah malapetaka dalam kekristenan. Dan sekaligus membuktikan Allah tidak sanggup memelihara FirmanNya. 

Jadi, jelaslah kelompok pengagung sebutan elohim, yahweh, yashua ha masiah, dan ruakh ha khodesh bukan menjadikan kekristenan semakin baik, melainkan justru mengacaukan kekristenan. Ingatlah, bahwa kita diperintahkan untuk mengasihi Tuhan Allah kita degan segenap AKAL BUDI KITA.

Ditulis oleh: Dr. Suhento Liauw

Gereja yang ber-doktrin berbeda-beda adalah ladang ranjau bagi orang Kristen yang kurang teliti

image

PENDAHULUAN

Pernahkah Anda menonton film Rambo? Saya cukup yakin, pembaca sekalian pernah menontonnya. Ingatkah Anda tentang aksi-aksi si Rambo? Bagaimana ia bergerilya di daerah musuh dengan menghindari semua ranjau-ranjau yang ditanam oleh musuh? Dan menuntaskan misi hanya dengan seorang diri? Ketahuilah, Rambo bisa melakukannya karena dia merupakan prajurit yang terlatih secara baik. Menguasai strategi perang, menguasai lapangan, dan ahli memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya menjadi senjata, bahkan juga memasang ranjau untuk melawan musuh.

Lanjutkan membaca “Gereja yang ber-doktrin berbeda-beda adalah ladang ranjau bagi orang Kristen yang kurang teliti”

WASPADAI INJIL YANG LAIN

Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Galatia 1:8)

serigala berbulu dombaIblis memberitakan Injil? Ah masa sih. Mungkin itulah reaksi kebanyakan orang Kristen jika ditanya mengenai hal ini. Tetapi, rasul Paulus di abad pertama tidak menganggap remeh keikutsertaan Iblis dalam pemberitaan Injil – yang tentunya adalah untuk mengacaukannya. Ketika orang-orang percaya di Galatia disusupi oleh pengajar-pengajar palsu yang isi beritanya bahwa keselamatan memerlukan sunatan, Paulus sangat marah dan sedih. Lanjutkan membaca “WASPADAI INJIL YANG LAIN”

Eksploitasi Ayat Alkitab Terhadap Praktek Minyak Urapan

image

Meneliti kebenaran Alkitab adalah tugas wajib bagi semua orang percaya (2 Kor. 13:8). Menyatakan apa yang salah sebagai kesalahan adalah sesuatu yang harus (Mat. 5:37; 2 Tim. 3:16, 4:2-4; ). Dan tidak berbuat apa-apa untuk sesuatu yang menyimpang adalah dosa (Yak. 4:17).

Ada banyak orang yang sudah tertipu dengan minyak urapan yang banyak beredar di zaman sekarang ini, semoga tulisan ini bisa membantu mereka yang sedang mencari kebenaran, atau kita yang sedang membaca tulisan ini bisa menjadi saluran berkat buat saudara/i yang telah terperdaya tersebut.

A. MINYAK URAPAN YANG ALKITABIAH

Minyak urapan adalah racikan rempah-rempah yang secara khusus diolah menurut petunjuk Allah.

Lanjutkan membaca “Eksploitasi Ayat Alkitab Terhadap Praktek Minyak Urapan”

Gereja Advent dan Sabat vs Alkitab

image

Salah satu hal yang membedakan gerakan Advent dari kekristenan lainnya adalah pengajaran mereka bahwa orang Kristen harus memelihara hari Sabtu sebagai hari Sabat, sama seperti di zaman Perjanjian Lama. Hal ini perlu dinilai secara Alkitabiah, oleh karena itu, marilah kita menyelidiki apa yang diajarkan oleh gereja Advent tentang hari Sabat, lalu kita bandingkan dengan ayat-ayat Firman Tuhan. Berikut ini adalah poin demi poin pengajaran mereka yang diambil dari publikasi mereka sendiri.

(1) ADVENT MENGAJARKAN

Bahwa hari Sabat mengikat bagi semua manusia sejak penciptaan hingga selama-lamanya. Advent mengatakan bahwa hari Sabat adalah bagi manusia secara umum dan diberikan pertama kali kepada Adam di tamanEden. Oleh karena itu, memelihara hari Sabat adalah tanda kesetiaan kepada Allah, sang Pencipta.
Lanjutkan membaca “Gereja Advent dan Sabat vs Alkitab”

Bukti kitab Perjanjian Baru tidak mungkin ditulis dalam bahasa Ibrani

image

Salah satu kesalahan para kelompok “harus pakai Yahweh atau Yehovah” adalah bahwa kedua kata tersebut tidak pernah tertulis dalam kitab PB bahasa asli. Hal ini mudah dimengerti karena kitab PB bahasa asli ditulis dalam bahasa Yunani, sedangkah kata YHWH (apakah dibaca Yahweh atau Yehowah) adalah bahasa Ibrani. Ketika kitab PB mengutip kata YHWH dari teks PL, maka para penulis kitab PB yang diilhami Roh Kudus tersebut menulisnya sebagai Kurios. Dan untuk kata Elohim ditulis Theos dalam bahasa Yunaninya.

Jadi, sikap ngotot para kelompok yang mengharuskan pakai kata YHWH di dalam PB adalah kekonyolan belaka. Berikut ini tiga bukti pokok yang menunjukkan bahwa kitab PB tidak mungkin ditulis dalam bahasa Ibrani

1.  Bukti Manuskrip

Ada sekitar 5400an manuskrip yang kita miliki sekarang, semuanya adalah berbahasa Yunani. Lanjutkan membaca “Bukti kitab Perjanjian Baru tidak mungkin ditulis dalam bahasa Ibrani”

PERBEDAAN ANTARA ALKITAB DAN KITAB MORMON

image

Kitab Mormon, oleh para pengikutnya disebut sebagai suatu kesaksian tentang Yesus Kristus yang setara dengan Firman Allah. Tetapi, penyelidikan yang cermat tentang kitab ini menunjukkan bahwa kesimpulan mereka salah! Sebab, kitab Mormon dengan Alkitab ternyata berbeda secara signifikan.

Berikut ini adalah sebagian daftar perbedaan-perbedaan tersebut. (artikel dalam bahasa Inggris dapat dibaca di http://www.mscbc.org )

1. Kitab Mormon berkata:
Keselamatan diperoleh melalui anugerah dan usaha (2 Nefi 25:23)
Alkitab berkata:
Keselamatan hanya melalui kasih karunia (anugerah) (Ef. 2:8,9)

Kitab Mormon berkata:
Kejatuhan manusia adalah suatu bagian penting dalam renana Allah (2 Nefi 2:23-25)
     Alkitab berkata:
Kejatuhan manusia semata-mata karena pelanggaran manusia terhadap perintah Allah (Rom 5:12-14)

Lanjutkan membaca “PERBEDAAN ANTARA ALKITAB DAN KITAB MORMON”

KONTRADIKSI ANTARA KITAB-KITAB MORMONISME

image

Selain Alkitab dan kitab Mormon, mormonisme juga mempercayai otoritas lainnya sebagai yang setara dengan Firman Allah, yaitu the Doctrine and Covenants (doktrin dan perjanjian), dan the Pearl of the Great Price (mutiara yang berharga). Selain perbedaan antara kitab Mormon dan Alkitab, ternyata kitab Mormon dengan kitab-kitab mereka yang lain juga saling berkontradiksi, sehingga semakin membuktikan bahwa Mormonisme adalah ajaran yang menyesatkan.

Berikut ini adalah daftar kontradiksi antara kitab Mormon dengan kitab-kitab yang lainnya. (artikel dalam bahasa Inggris dapat dibaca di http://www.mscbc.org )

1. Hanya ada satu Allah (BM Alma 11:26-31; 14:5) vs Ada banyak Allah (DC 76:58; 121:28; 132:20; Abraham 4:1-dst)

2. Allah adalah Roh (BM Alma 18:26-28; 22:9-11) vs  Allah memiliki tubuh/daging (DC 56:4)

Lanjutkan membaca “KONTRADIKSI ANTARA KITAB-KITAB MORMONISME”

APAKAH MORMONISME ITU?

the_mormonsPada tanggal 19 Juni 2015, ketika sedang duduk di luar rumah duka karena hawa panas di dalam ruangan tersebut, dua orang pemuda dengan setelan kemeja putih bersih dan rapi berjalan dari hadapanku dan langsung masuk menuju rumah duka. Tak lama setelah itu, saya diberitahu oleh seorang penginjil GBIA yang ada di Manado (Bpk. Zarfius Papuas) bahwa dua orang yang sedang melintas tersebut adalah orang Mormon. Setelah mendapat informasi tersebut, saya dipersilahkan ngobrol-ngobrol dengan mereka.

Kedua orang Mormon tersebut adalah Elder Hayes (dari AS) dan Elder Sinaga (dari Medan). Mereka sedang bertugas di daerah Manado, melakukan penginjilan dan mengadakan kursus bahasa Inggris, dan salah satu anggota keluarga yang berduka adalah orang yang sedang mereka rekrut.

Lanjutkan membaca “APAKAH MORMONISME ITU?”