Konsekuensi Kehendak bebas

Matius 11:20-24 (TB) Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

 

1. Pernahkah Anda merenungkan ayat-ayat di atas? Mengapa Tuhan tidak kasih porsi mujizat yang sama untuk semua orang, kalau Ia tahu bahwa porsi yang lebih PASTI membuat mereka bertobat?

Lanjutkan membaca “Konsekuensi Kehendak bebas”

Tuhan meninggalkan Tuhan? 

Matius 27:46 (TB) Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 

Orang-orang Kristen sering sekali diejek perihal doktrin tritunggal. Salah satu nas yang sering dipakai ialah Matius 27:46 ini. Kemudian mereka berkata, “kok, Tuhan meninggalkan Tuhan?”  Lanjutkan membaca “Tuhan meninggalkan Tuhan? “

Sampai Kapan Hukum Taurat diberlakukan?

imageTulisan kali ini adalah sebuah jawaban untuk pertanyaan yang diajukan saudara seiman saya Abok lewat media FB. Saya sebenarnya sudah menjawabnya, namun saya pikir ada baiknya juga jika diposting lewat blog.

Pertanyannya adalah:

Sampai Kapan Hukum Taurat diberlakukan?
1. Sampai tampillnya Yohanes Pembaptis (Lukas 16:26)
2. Saat Yesus tersalib (Efesus 2:15)
3. Setelah langit dan bumi lenyap (Matius 5:18)

JAWAB:

Lanjutkan membaca “Sampai Kapan Hukum Taurat diberlakukan?”

Roh Jahat yang dari TUHAN

image

Di dalam 1 Samuel 16:14 dituliskan bagi kita bahwa setelah Roh TUHAN mundur dari pada Saul, maka sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN. Secara sepintas kita pasti berpikir: “mengapa Tuhan yang maha pengasih dan penyayang justru menyuruh roh jahat kepada seseorang? mengapa pula sesuatu yang jahat datang dari Allah yang suci?” Ya, keterbatasan kita tentang soal-soal kitab suci terkadang membuat kita “panik” dan serasa takercaya, tetapi apakah pernyataan itu suatu kesalahan? Sebenarnya tidak.

Lanjutkan membaca “Roh Jahat yang dari TUHAN”

Yesus marah, Yesus melarang untuk marah, lalu orang Kristen ikut yang mana?

image

Bolehkah orang Kristen lahir baru marah? Seringkali pertanyaan ini menjadi polemik di kalangan jemaat Kristen “awam.”. Di stu sisi mereka membaca Alkitab yang berkata bahwa “…siapa yang marah terhadap saudaranya akan dihukum” (Mat. 5:22), orang yang marah adalah mengikuti keinginan daging (Ef. 5:20), dll. Jadi orang Kristen tidak boleh marah.

Di sisi lain, mereka juga membaca nats-nats Alkitab yang menunjukkan bahwa Yesus sendiri pernah marah. Yesus membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati di Bait Allah (Mat. 21:12), dan mengusir mereka (Luk 19:45), Yesus marah karena kedegilan hati orang Farisi ketika Yesus menyembuhkan orang sakit di hari sabat (Mark 3:5). Yesus memarahi Petrus karena Petrus tidak tahu misi Kristus di bumi, yaitu mati terhukum demi dosa umat manusia (Mark 8:33). Yesus marah karena murid-muridnya melarang orang-orang yang membawa anak-anak kepada Yesus untuk dijamah (Mark10:14), dsb.

Lanjutkan membaca “Yesus marah, Yesus melarang untuk marah, lalu orang Kristen ikut yang mana?”

PERBEDAAN ANTARA ALKITAB DAN KITAB MORMON

image

Kitab Mormon, oleh para pengikutnya disebut sebagai suatu kesaksian tentang Yesus Kristus yang setara dengan Firman Allah. Tetapi, penyelidikan yang cermat tentang kitab ini menunjukkan bahwa kesimpulan mereka salah! Sebab, kitab Mormon dengan Alkitab ternyata berbeda secara signifikan.

Berikut ini adalah sebagian daftar perbedaan-perbedaan tersebut. (artikel dalam bahasa Inggris dapat dibaca di http://www.mscbc.org )

1. Kitab Mormon berkata:
Keselamatan diperoleh melalui anugerah dan usaha (2 Nefi 25:23)
Alkitab berkata:
Keselamatan hanya melalui kasih karunia (anugerah) (Ef. 2:8,9)

Kitab Mormon berkata:
Kejatuhan manusia adalah suatu bagian penting dalam renana Allah (2 Nefi 2:23-25)
     Alkitab berkata:
Kejatuhan manusia semata-mata karena pelanggaran manusia terhadap perintah Allah (Rom 5:12-14)

Lanjutkan membaca “PERBEDAAN ANTARA ALKITAB DAN KITAB MORMON”

Kesalahan besar kelompok “anti-Allah”

yahweh-allahGerakan “anti-Allah” semakin hari semakin populer. Fenomena ini timbul dari berbagai agama. Orang yang beragama Islam mengklaim kata Allah adalah nama untuk sesembahan mereka, sehingga orang Kristen tidak sepantasnya memakai nama tersebut. Di satu sisi, ada sebagian kecil kelompok Kristen, namun gencar, yang juga berpendapat bahwa Allah itu adalah nama untuk sebutan sesembahan agama Islam. Kelompok tersebut akhirnya mengajukan nama Yahweh sebagai nama sesembahan bagi orang Kristen.

Efek dari gerakan “anti-Allah” ini adalah semakin banyaknya orang Kristen awan yang menjadi ragu akan imannya. Orang Kristen awan menjadi risih akibat gerakan ini. Tidak heran jika sebagian dari mereka akan merasa bahwa selama ini mereka menyembah berhala, dan hal ini tentu sangat menyedihkan. Tetapi sebenarnya kelompok “Anti-Allah” tersebut adalah orang-orang yang keliru, Lanjutkan membaca “Kesalahan besar kelompok “anti-Allah””

Kontroversi Alkitab: Jam berapakah Yesus disalib?

markus 15 dan yoh 19Mengakui Alkitab sebagai Firman Allah yang Mahabenar, mengharuskan kita untuk menyatakan bahwa kitab-Nya tidak mungkin ada salah. Namun, satu hal yang perlu digaris bawahi adalah ketiadasalahan tersebut hanya berlaku terhadap Alkitab bahasa Asli dan salinannya. Hal ini berarti Alkitab terjemahan bisa saja ada kekeliruan, dan harus ditinjau ke bahasa aslinya jika terjadi hal yang dimaksud.

Mengapa kita harus percaya juga bahwa salinannya pasti benar? Yaitu karena Tuhan pasti memelihara Firman-Nya, dan Dia sangat sanggup memeliharanya. Dengan demikian, karena adanya pemeliharaan Tuhan atas firman-Nya, ini juga berarti bahwa teks yang murni harus selalu eksis dari sejak firman tersebut dituliskan hingga saat ini, bahkan hingga langit dan bumi berlalu, sebagaimana janji Tuhan di dalam Injil dikatakan “…tetapi firman-Ku tidak akan berlalu.” Matius 24:35; Markus 13:31; Lukas 21:33.

Berkenaan dengan statemen kita tersebut, -Alkitab tidak mungkin mengandung kesalahan- maka tidak heran apabila dari pihak skeptic sering berusaha mencari-cari kesalahan Alkitab. Dan usaha yang mereka lakukan sebenarnya adalah kesia-siaan dan menjaring angin, seperti yang dikatakan Pengkhotbah. (Pkh. 1:14). Salah satu ayat yang sering mereka sodorkan adalah tentang jam berapa Yesus disalibkan? Mereka melihat kontradiksi antara Markus 15:25 vs Yohanes 19:14. Jadi, demi memenuhi perintah Alkitab, yaitu kita harus siap sedia memberi pertanggungan jawab kepada mereka, maka saya juga akan memberikan penjelasan tentang dua kitab Injil yang dianggap kontradiksi tersebut.

Bunyi lengkap dari kedua ayat tersebut adalah:

  • Markus 15:25, Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.
  • Yohanes 19:14, Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!”

Kronologi permasalahannya adalah bahwa di dalam Injil Markus dicatat, Yesus sudah disalib kira-kira pukul Sembilan, padahal di dalam Injil Yohanes dicatat Yesus masih berada di hadapan Pilatus hingga pukul dua belas. Jadi, mana yang benar di antara kedua ayat ini?

Dulu, sebelum saya mengerti, saya beranggapan ini mungkin salah salin, atau bahkan salah terjemah oleh pihak LAI. Tetapi setelah saya coba cek di dalam bahasa aslinya, dan membandingkan juga dengan Alkitab terjemahan versi yang lain, ternyata tidaklah demikian. Kedua perikop ini tidak ada masalah dalam hal penyalinan. Dalam Alkitab bahasa Indonesia (ITB), memang kata “jam Sembilan,” dan “jam dua belas” adalah hasil penafsiran para penerjemah di LAI.  Tetapi di dalam bahasa aslinya sebenarnya adalah:

  • ωρα τριτη (TR) = the third hour (KJV) = lit. jam ketiga
  • ωσει εκτη (TR) = the sixth hour (KJV) = lit. jam keenam

Sebenarnya kedua teks ini tidak ada masalah, asalkan kita mengerti latar belakang kedua Injil tersebut. Injil Matius sebenarnya ditujukan kepada orang-orang Yahudi, sehingga kitab ini memakai sistim pergantian waktu menurut pola orang Yahudi. Orang Yahudi menghitung pola waktunya mulai jam 06.00 untuk siang hari dan 18.00 untuk malam hari. Oleh karena itu, ketika di dalam Injil dituliskan bahwa Yesus disalib pada jam ketiga, maka pola perhitungannya dimulai dari pukul 06.00, sehingga disimpulkanlah bahwa Yesus disalib kira-kira pukul Sembilan pagi.

Injil Yohanes sebenarnya lebih ditujukan kepada orang-orang non-Yahudi, sehingga pola perhitungan waktunya juga memakai aturan non-Yahudi (Romawi). Pola perhitungan jam menurut orang Romawi adalah dimulai pukul 24.00. Sehingga ketika di dalam Injil Yohanes dituliskan Yesus di hadapan Pilatus pada jam keenam, maka penulis (Rasul Yohanes) memaksudkannya adalah jam keenam yang dimulai dari jam 24.00, sehingga seharusnya Yesus berada di hadapan Pilatus adalah pada jam 06.00.

Jadi, Yesus berada di hadapan Pilatus sebenarnya adalah kira-kira jam enam (06.00), kemudian di salibkan kira-kira pukul Sembilan (09.00). Rentang waktu yang cukup panjang ini –kira-kira tiga jam- memungkinkan berbagai hal terjadi dalam peristiwa sebelum Yesus disalibkan. Dalam rentang waktu tiga jam tersebutlah Yesus di sesah, memikul salib, dll.

Kesimpulan: Yesus disalib kira-kira jam sembilan.

Dengan adanya orang-orang skeptic tersebut, kita juga semakin melek secara rohani, dan kembali terbukti bahwa Alkitab tidak ada salah.

Yesus telah menyediakan anugerah keselamatan kepada kita di kayu salib, jika Anda sungguh-sungguh percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat Anda, maka Anda akan diselamatkan. Ini jauh lebih penting jika dibandingkan dengan semua usaha peng-harmonisan ayat Alkitab. Karena hanya keselamatan di dalam Kristuslah yang sungguh-sungguh menyelamatkan. Maranatha!

Referensi:

  1. Vernon McGee, Thru The Bible; vol IV (Nashville, Thomas Nelson Publisher, 1983), hlm. 231.
  2. Gleason L. Archer, Encyclopedia of Bible Diffuculties (Malang , Gandum Mas, 2004)hlm. 619-622.