Menaruh pengharapan pada Yesus yang akan segera mati

1 Korintus 1:18 (TB) Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah

Umumnya orang hanya akan menaruh harapan pada orang lain, saat orang itu mulai kuat atau berhasil. Tak ada orang yang terlalu bodoh untuk berharap pada orang yang sebentar lagi akan mati. Tapi, seorang penjahat di samping Yesus justru menaruh pengharapannya pada Yesus, di saat Yesus berada pada
titik terendah kehidupanNya sebagai manusia.

Dilihat dari perspektif duniawi, memang Yesus sedang tak berdaya saat berada di atas kayu salib. Fakta itu menyebabkan banyak orang yang mengolok-olokkan Dia. Orang-orang yang lewat di sekitar penyaliban Yesus mengejek-Nya. Mereka berkata, Markus 15:29-30 “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan
mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!” Bahkan, kedua
orang yang disalib bersama Yesus, awalnya mengolok-olokkan Dia juga. Mereka tak yakin sedikit pun bahwa
Yesus adalah raja orang Yahudi, atau Mesias yang dinubuatkan. Bagi mereka, Yesus tak layak diakui raja.
“Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.”

Sebelum Yesus ditinggikan di atas salib, ejekan demi ejekan sebagai raja Yahudi juga dipertontonkan terhadapNya. Tentara-tentara romawi membuat teatrikal terhadap
Yesus. Mereka mengenakan jubah ungu kepadaNya, mengenyam mahkota duri, dan menarunya di atas
kepala Yesus. Kemudian mereka mulai memberi hormat secara ejekan kepada-Nya, katanya: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.

Huh… Sangat menyedihkan ternyata efek dosa itu.

Padahal, prosesi penyaliban & kematian yang sedang dijalani Yesus itu, juga adalah untuk menebus dosa
orang yang memukulNya, orang yang meludahiNya, dan segenap orang yang mengolok-olokkan Dia.

Betapa mengerikannya orang yang telah dikuasai dosa itu!

Sementara di tempat lain, dalam posisi yang nyaman, dengan gaya yang sinis, para ahli Taurat, orang Farisi, dan tua-tua Israel tetap mengolok dengan angkuhnya, Matius 27:42-43 “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan
percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.”

Oh… Sungguh busuk hati mereka yang dengan dengki menyerahkan Yesus untuk disalib.

Padahal, kematian Yesus disalib itu, juga untuk membuat jalan keselamatan menjadi mungkin & sempurna kepada pengejek-pengejek itu!

Ahli Taurat & orang Farisi itu sebenarnya mencari-cari alasan saja meminta tanda & kuasa dari Yesus yang tersalib.

Seandainya mereka dengan tulus meminta tanda mesianik dari Yesus, sudahlah pasti mereka bertobat saat pelayanan Yesus. Saat Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh, orang yang buta sejak lahirnya, orang yang sakit tangannya di bait Allah, dan orang yang kerasukan setan yang disembuhkan. Tetapi nyatanya tidak!

Mereka malah mencari-cari alasan juga untuk membantah kuasa Allah yang bekerja melalui Yesus. Mereka berkata bahwa Yesus memakai kuasa penghulu setan, yaitu Belzebul, saat mengusir setan. Orang farisi itu bahkan berusaha menghalangi umat untuk menguji rasa penasaran mereka terhadap Yesus.

Hati mereka telah tumpul untuk kebenaran. Mereka selalu mencari alasan untuk menolak Yesus sebagai Mesias. Hasilnya, Iblis membantu mereka menyediakan alasan-alasan untuk menolak Yesus.

Saudara yang terkasih, jika saat ini Tuhan menggerakkan hatimu untuk datang berlutut di hadapanNya, janganlah menunda-nunda untuk datang kepadaNya. Responilah segera! Jangan berpikir untuk mencari-cari waktu yang tepat menurut pikiran Anda. Pikiran yang demikian adalah tipu muslihat Iblis. Sebab Iblislah yang mencari waktu yang baik untuk
mencobai Yesus.

Lukas4:13 [ITB]) Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia
mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Juga Yudas, mencari waktu yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Markus 14:10-11 [ITB] Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari
kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Tetapi kita, diharapkannya jangan menunda. Jika hari ini engkau digerakkan untuk bertobat & hidup suci di hadapanNya, jangan tunda-tunda. Responilah segera.

2 Korintus 6:2 [ITB] Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Kita kembali kepada keangkuhan orang farisi yang dengan congkaknya berkata kepada Yesus, baiklah turun
dari salib, supaya saya percaya. Yesus tak mungkin mengabulkan permintaan orang farisi itu, mengapa? Karena untuk mati di kayu saliblah Yesus datang.

Bahkan Yesus pernah menegur rasul Petrus yang salah faham tentang misi Yesus. Saat Yesus memberitahu tentang penderitaan & kematian yang akan Ia terima (Matius 16:22-23) Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Maka Yesus berpaling dan
berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan
memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Di titik ini, Petrus pun masih sama bodohnya dengan orang farisi saat itu. Dalam bayangannya, Yesus haruslah segera naik takhta menjadi
raja, dan mereka hidup nyaman. Itulah Mesias yang ia imani saat itu. Ia tidak sadar, bahwa pikiran yang ia
pikirkan itu adalah pikiran manusia yang dipengaruhi Iblis. Petrus saat itu hanya tahu bahwa mujizat, dan kenyamananlah yang menjadi tujuan hidupnya. Maka, tidak heran jika kemudian ia sampai tiga kali menyangkal Yesus. Sebab ia tahu, dengan mengakui Yesus, berarti
mati!

Marilah kita sejenak membayangkan Yesus yang tersalib, yang mana beberapa jam lagi akan mati.

Mari jugalah kita bayangkan dua penjahat di sisi Yesus.

Setelah itu, cobalah kembali dalam imajinasimu untuk membayangkan seandainya, kamulah salah satu dari
kedua penjahat yang tersalib itu.

Respon seperti apakah yang kamu pikirkan saat itu?

Saudara,
Salah seorang penjahat yang disalib bersama Yesus itu akhirnya bertobat!

Ia berhenti mengolok Yesus. Ia memakai sisa waktunya untuk merenungkan kembali nubuat tentang Mesias.

Ia mencoba mengingat-ingat berbagai
nubuatan tentang Mesias, dan dia sadar bahwa Mesias pernah dinubuatkan akan tertikam, merelakan diriNya ditindas, dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian. (Yes. 53:4-7) Akhirnya, dengan mantap ia berkata kepada Yesus, Lukas 23:42 “Yesus, ingatlah akan aku, apabila
Engkau datang sebagai Raja.”

Saudara, saat penjahat itu bertobat dan menaruh harapannya pada Yesus, Yesus tidak diam. (Lukas 23:43) Kata
Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Yesus
memberi garansi & kabar sukacita kepada penjahat yang bertobat itu, yaitu saat itu juga, dia akan bersama-sama dengan Yesus di Firdaus.

Anda juga bisa selamat dan bersama Yesus di Firdaus!

Saudara,
2000an tahun yang lalu Yesus terpaku di salib demi menebus kita dari dosa-dosa kita. Ia yg tidak berdosa telah dijadikan berdosa karena kita (2 Kor. 5:21), supaya keselamatan bisa kita terima. Yesus adalah juruselamat semua manusia TETAPI terutama untuk orang percaya. (1 Tim. 4:10)

Satu hal lagi yang perlu kita tahu, bahwa walaupun Yesus sudah mati di kayu salib, itu tidak ada gunanya
bagi Anda jika Anda tidak mengakuiNya dengan mulut Anda dan mempercayaiNya dalam hati Anda. (Rom. 10:9-10)

Perjamuan Tuhan hanyalah ritual simbolistik. Makan roti & minum anggur hanyalah simbol, yang
dengannya kita mengingat pengorbanan Yesus. Tetapi
yang terutama adalah saat engkau memperingati kematian & pengorbanan Yesus Kristus, apakah
engkau betul-betul mempercayai bahwa dosa-dosamu juga ditanggung di salib itu?

Janganlah hanya terpaku pada roti & anggur dalam perjamuan, sebab penjahat & pengkhianat salib juga
pernah turut memakannya.

Fokuslah merenungkan pengorbanan Yesus yang tersalib. Berdoalah agar Tuhan menguatkan kita saat menjalani sisa hari-hari kehidupan kita. Ia pasti menolong.
Jika penjahat yang tersalib di samping Yesus bisa menaruh pengharapan pada Yesus yang secara fisik tak berdaya saat itu, mengapa kita sekarang masih ragu kepada Yesus yang telah bangkit?

Tuhan Yesus memberkati kita, Maranatha!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s