Tanggapan Ev. Marudut Tua Sianturi untuk tulisan Pdt. Samuel T. Gunawan yang berjudul, Apakah Iblis Aktif Memberitakan Injil?

A. Pendahuluan

Tulisan Pdt. Samuel T. Gunawan (STG) yang berjudul APAKAH IBLIS AKTIF MEMBERITAKAN INJIL? yang berisi tanggapannya terhadap artikel Gbl. Dance S. Suat yang berjudul IBLIS AKTIF MEMBERITAKAN INJIL, sebenarnya bukan barang baru lagi bagi saya atau baru saya baca. Tapi, saya sengaja mengabaikannya, karena menurut saya isinya tidak terlalu bagus. Mengapa saya katakan tidak terlalu bagus? Ya, karena poin-poin yang ia serang sebenarnya hal yang remeh-temeh yang sangat mudah dibantah! Isi dalam tulisannya terkesan dibesar-besarkan dan bahkan ia menafsir sendiri apa yang tidak dimaksud Gbl. Dance (STG memaknai tulisan Gbl. Dance, tentang kata Injil bahwa istilah itu hanya punya satu makna saja dan pasti Injil yang benar. Nyatanya Gbl Dance sebut itu kamuflase dan Injil yang palsu) dan kemudian menyerang tafsiran itu, yang ia anggap dianut Gbl. Dance. Sehingga, bisa disimpulkan, STG menyerang suatu konsep yang TIDAK dianut oleh Gbl. Dance, kemudian menyerang konsep yang TIDAK dianut oleh Gbl. Dance itu. Aneh bukan? Makanya, saya abaikan saja setelah membacanya beberapa waktu yang lalu.

Hanya saja, baru-baru ini topik ini kembali diperbincangkan dan banyak komentator negatif dari non GBIA yang komentarnya ngawur setelah STG membuat videonya di youtube dan ia posting di FB. Para komentator itu bahkan bilang GBIA sesatlah, menyimpang dari Alkitab, dll. Sebenarnya saya tidak anti dikatain sesat, hehehe… hanya saja, kalau kita katakan orang lain sesat, harusnya kasi buktilah dan argumentasikan secara baik. Bukan hanya ngoceh tak jelas. Jadi, alasan saya menanggapi STG tentang topik ini adalah terutama karena ulah para komentator yang membabi buta menanggapi tulisan STG dan menarik kesimpulannya tanpa data yang jelas. Sehingga saat di konfimasi, tidak ada argumentasi yang berarti. Baiklah, mari kita mulai.

B. Anehkah menafsir Kis. 16:16-18 sebagai Iblis memberitakan Injil?

Berdasarkan perikop Kis. 16:16-18, apakah suatu tafsiran yang aneh bila menyimpulkan bahwa Iblis memberitakan Injil? Sama sekali tidak! Kecuali bagi mereka yang jarang membaca atau malas untuk mencari referensi! Berikut ini beberapa tafsiran yang menyatakan bahwa aktor utama di balik pemberitaan wanita yang memiliki roh tenung itu adalah Iblis atau setan.

Dr. Warren W.Wiersbe memberikan komentar pada perikop ini: Paulus tidak ingin Injil maupun nama Allah dipromosikan oleh hamba-hamba Iblis, sehingga ia mengusir roh jahat itu keluar. Bagaimana pun juga, sesaat Iblis dapat berkata jujur dan sesaat kemudian ia dapat berdusta; dan orang-orang yang belum selamat tidak akan membedakannya. Dr. Wiersbe menyatakan bahwa Injillah yag dipromosikan hamba Iblis itu, tapi jelas hamba Iblis mengatakannya bukan dengan maksud baik.

Matthew Henry berkomentar tentang perikop ini, dengan cara mengajukan pertanyaan dan memberi jawaban-jawaban yang mungkin, yaiu: “Bagaimana mungkin kesaksian ini datang dari mulut seorang yang memiliki roh tenung? Apakah Iblis terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri? Maukah ia meninggikan orang-orang yang hendak membinasakan dia? Kita bisa memahaminya seperti ini: [1] Karena roh tenung ini dipaksa melakukannya oleh kuasa Allah untuk memuliakan Injil. Ini seperti Iblis yang dipaksa berkata demikian tentang Kristus (Mrk. 1:24), Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah. Kebenaran kadang-kadang diagungkan oleh pengakuan dari musuh, yang dengannya mereka justru bersaksi melawan diri sendiri. Kristus mau menggunakan kesaksian hamba perempuan ini sebagai pernyataan terhadap orang-orang di Filipi yang merendahkan dan menganiaya para pemberita Injil. Meskipun sebenarnya Injil tidak membutuhkan kesaksian seperti itu, namun kesaksian itu akan bermanfaat untuk membuat orang semakin kagum karena hamba perempuan yang mereka mintai nasihat dalam hal-hal yang lain ternyata mengakui bahwa para pemberita Injil itu adalah hamba-hamba Allah. Atau, [2] Seperti yang direncanakan oleh si roh jahat itu, si ular yang cerdik itu, untuk merendahkan Injil. Sebagian orang berpendapat bahwa dalam hal ini hamba perempuan ini merancang hal ini untuk mencari pujian bagi dirinya sendiri dan pekerjaan ramalannya. Dengan begitu ia bisa menambah penghasilan tuannya dengan berpura-pura memihak para pemberita Injil tersebut, yang menurutnya sedang mulai terkenal. Atau untuk menjilat Paulus, supaya Paulus tidak menjaga jarak dengan dirinya dan orang-orang semacamnya. Yang lain berpendapat bahwa Iblis, yang mampu menyamar sebagai malaikat terang, dan sanggup mengatakan apa saja demi mendapatkan keuntungan, dalam hal ini bertujuan mempermalukan para pemberita Injil itu. Seakan-akan perkataan tukang tenung ini berasal dari sumber yang sama dengan Allah mereka, sebab tukang tenung itu memberikan kesaksian tentang mereka. Dengan begitu orang-orang akan terus percaya kepada apa yang sudah biasa mereka percayai. Orang-orang yang kemungkinan besar mau menerima ajaran para rasul ini biasanya tidak menyukai roh-roh tenung ini, sehingga melalui kesaksian ini, mereka juga bisa berprasangka buruk terhadap Injil. Sedangkan mereka yang menghormati tukang tenung ini, sudah pasti dikuasai oleh Iblis. Mathhew Henry tidak mempersoalkan bahwa yang diberitakan hamba seorang perempuan yang memiliki roh tenung itu adalah Injil, bahkan ia berkali-kali mempertukarkan istilah untuk oknum di balik perempuan yang memiliki roh tenung itu, seperti: si roh jaha, si ular yang cerdik, Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang, dan Iblis. Jadi Matthew Henry setuju bahwa aktor utama di belakang wanita itu ialah Iblis.

Bob Utley memberi komentar pada perikop ini, (ayat 17) …Yesus tidak akan menerima kesaksian setan (lih. Luk. 8:28; Mr. 1:24; 3:11; Mat. 8:29) begitu juga Paulus. Sampai di sini, Utley mengakui bahwa yang bersaksi atas perempuan itu adalah setan, yang mana hal ini tidak diakui STG. Mengomentari frasa Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan Utley berkata: …Dia mungkin mengatakan bahwa mereka adalah salah satu dari beberapa jalan menuju kepada Allah Yang Maha Tinggi. Setan ini tidak mencoba membantu pelayanan Paulus. Tujuan dari pernyataan ini adalah (1) untuk mengidentifikasi Paulus dengan ramalan atau (2) untuk mempresentasikan jalan alternatif, bukan satu-satunya jalan keselamatan. Komentar Utley berikutnya untuk frasa kepada roh itu di ayat 18, perhatikan Paulus tidak menegur hamba perempuan itu, tetapi setan yang berdiam di dalamnya dan mengontrolnya. Jadi,

Utley juga setuju bahwa aktor utama dalam pemberitaan perempuan yang memiliki roh tenung itu ialah setan! Hal ini dianggap STG sebagai model tafsiran eisegesis, padahal STG memakai referensi Hermeneutikanya Utley. Hehehe….

Komentator berikutnya yaitu Wycliffe. Wycliffe berkata Secara harfiah, roh phyton. Imam perempuan di Apolo yang ada di Delfi dinamakan phyton, dan sebutan tersebut kemudian juga dikenakan kepada tukang tenung atau tukang ramal. Seseorang yang dirasuki roh phyton dianggap mendapat ilham Apolo, dewa yang dikaitkan dengan ramalan. Gadis ini dirasuk setan. Jadi, dalam komentar ini, Wycliffe setuju bahwa wanita itu dirasuk setan. Sehingga, pemberitaan yang ia lakukan tentulah diinisiasi si setan tersebut.

Jadi, dengan mengamati beberapa komentator di atas, Warren W. Wiersbe, Mathhew Henry, Bob Utley, dan Wycliffe, saya kira cukup mewakili bahwa menafsirkan Kis. 16:16-18 sebagai Iblis memberitakan Injil adalah tafsiran yang umum dan wajar. Orang-orang yang keberatan atasnya, sepertinya hanya mencari-cari topik saja supaya ada yang mau didebatkan. Bagian B tulisan saya ini sebenarnya sudah menjawab hampir semua tulisan STG, yaitu perihal keberatannya tentang penggunaan istilah Iblis sebagai yang memberitakan Injil dan tentang berita yang dikhotbahkan si wanita yang meiliki roh tenung itu sebagai Injil. Para komentator yang telah dikutip di atas semuanya mengakui bahwa yang diberitakan si wanita itu adalah kebenaran, tetapi dengan maksud-maksud yang jahat. Jadi, beritanya memang benar tetapi motivasi si wanita itulah yang salah. Yang belum terjawab dalam bagian B ini hanyalah tinjauan dari segi grammatikal, tetapi untuk poin apakah yang sangat memerlukan tanggapan secara grammatikal?

C. Menafsir secara grammatikal perikop Kis. 16:16-18?

Menafsirkan Alkitab secara grammatikal memang perlu dan penting dalam hermeneutika. Tetapi, grammar juga bisa berbeda seturut dengan konteks. Berkenaan dengan Kis. 16:16-18, apa yang perlu diributkan secara grammatikal? Saya kira tidak ada. Apa yang ditulis oleh STG tidak ada yang perlu saya ributkan, misal tentang roh tenung, dalam bahasa Yunani adalah pneuma puthôn ya, memang benar. Tentang pernyataan STG, Frase ia mengikuti (haute katakolouthesa atau perempuan ini terus mengikuti) …. sambil berseru (ekrazo legousa atausambil terus mengucapkan atau memberitahukan) adalah bentuk present active participle dan imperfect active indicative, yang dapat diterjemahkan ia terus mengikuti dan terus berseru. Tinjauannya ini tidak masalah, tetapi sejujurnya, hanya dengan frasa ini ditafsirkan bahwa sudah melakukan kajian grammatikal juga terlalu dibesar-besarkan. Toh, Cuma copy paste dari software Alkitab kok.

Untuk membuktikan bahwa si wanita itu tidak memberitakan Injil seperti yang diberitakan oleh Paulus, bukanlah frasa “ia mengikuti” atau “sambil berseru” atau “jalan keselamatan.” Melainkan dari respon Paulus terhadap pemberitaan wanita itu. Walaupun STG mencoba menunjukkan bahasa Yunani di balik kata jalan keselamatan yaitu “hodos sôtêrias” sebagai pembuktian bahwa wanita itu mencoba mengecoh orang-orang dengan mengasosiasikan Paulus sebagai pemberita jalan keselamatan alternatif lainnya. Ini baik, saya tidak bantah. Tetapi yang paling jelas menunjukkan bahwa Injil yang diberitakan oleh wanita itu berbeda dengan Injil yang diberitakan Paulus adalah respon Paulus yang menganggap tindakan wanita itu sebagai sebuah gangguan. Di kitab lain, Paulus pernah berkata, Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. Tetapi tidak mengapa, sebab sebagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita, (Fil. 1:15-18). Jika Paulus masih bisa mentolerir pemberitaan Injil dengan maksud yang tidak ikhlas, harusnya di dalam Kis. 16:16-18, ia tidak perlu merasa terlalu terganggu dengan wanita yang memiliki roh tenung, bahkan sampai menegurnya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, diaponhqei.j de. o` Pau/loj diaponetheis de ho Paulos (participle aorist middle deponent nominative masculine singular). Jadi, bisa disimpulkan bahwa Injil yang disampaikan oleh wanita itu tidak murni atau ada penambahan berita lain.

Apakah Iblis melalui wanita itu aktif memberitakan jalan keselamatan atau Injil? Faktanya memang demikian! Frasa Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya dalam bahasa Yunaninya ditulis, tou/to de. evpoi,ei evpi. polla.j h`me,rajÅ “touto de epoiei epi pollas hemeras.” Kata kerja evpoi,ei adalah indicative imperfect active 3rd person singular from poie,w. . Jadi apa yang mau kita katakang sekarang? Voice-nya memang aktif.

D. Waspada terhadap Injil yang lain

Iblis tidak pernah terlelap dalam suatu kemalasan seperti layaknya manusia. Ia bahkan digambarkan di dalam kita 1 Pet. 5:8 sebagai seekor singa yang mengaum-aum yang mencari mangsa yang bisa ia telan. Jadi, tidak heran kalau Iblis juga bisa menduplikat Injil. Injil yang lain yang diperingatkan oleh rasul Paulus untuk dihindari sebenarnya bukan Injil yang murni, tapi hasil palgiat Iblis dengan penambahan atau pengurangan pesan di dalamnya. Jemaat Galatian dinasehati oleh Paulus dengan kata-kata yang keras, yaitu: Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. (Gal. 1:6-9). Virus Injil yang lain ternyata tidak hanya menyerang jemaat Galatia, Paulus juga melihat perlu untuk memperingatkan jemaat di Korintus, sehingga ia menulis: Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau INJIL YANG LAIN dari pada yang telah kamu terima. (2 Kro. 11:4).

Jadi, adanya catatan Alkitab tentang bahaya INJIL YANG LAIN harusnya membuat semua orang Kristen waspada. Injil yang benar memang hanya satu, tetapi Iblis membuat jerat dengan menciptakan injil-injil yang lain, agar orang-orang yang tidak sungguh-sungguh selidik terhadap kebenaran bisa disesatkan. Jadi, hingga saat ini pun, saya tidak ragu dan menyangkal bahwa IBLIS JUGA AKTIF MEMBERITAKAN INJILNYA, yaitu injil palsu.

E. Penutup

Kis. 16:16-18 memang mengisahkan peristiwa yang unik, yaitu Iblis melalui seorang perempuan yang memiliki roh tenung mempromosikan Injil atau jalan keselamatan. Namun, di dalam pemberitaannya, ia tidaklah bertujuan agar orang-orang menjadi percaya kepada Injil Kristus. Sebab jika demikian, mustahil Paulus akan terganggu. Jadi, pastilah berita yang diperdengarkan Iblis memuat hal-hal yang menyesatkan sehingga Paulus menyuruhnya keluar dari dalam tubuh wanita itu; apakah isi pemberitaan wanita itu tentang adanya beberapa alternatif jalan keselamatan, apakah tentang tidak masalahnya percaya Yesus sekaligus percaya dewa-dewi, ataukah toleransi terhadap dosa-dosa lainnya, kita tidak diberi catatan yang pasti. Namun respon Paulus terhadap tindakan wanita itu pastilah akibat pemberitaan yang dilakukannya tidak benar. Allah kiranya senantiasa menyertai kita, agar pemberitaan yang kita lakukan selalu dengan motivasi yang termurni dan ajaran yang Alkitabiah. Tuhan Yesus memberkatai, Maranatha.

Jumat, 28 Februari 2020
Oleh Ev. Marudut Tua Sianturi, M.Div.
Penulis Buku: Apakah Baptisan Mempengaruhi Keselamatan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s