Tuhan sudah beri kesempatan yang cukup

Matius 11:21, 23 (TB) “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

Allah kita itu Allah yang kasih, adil dan tahu segala kemungkinan yang akan terjadi. Oleh karena kasih dan keadilan itu pula, Ia harus mengasihi semua ciptaanNya dan berlaku adil. KasihNya tentu akan mengapresiasi semua yang baik dan keadilanNya akan menindak segala kecurangan dan kebebalan.

Teks di atas menunjukkan kasih sekaligus keadilan Tuhan. Kok bisa? Ya! Karena sebelum Allah hendak menghukum kota Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum, Ia sudah terlebih dahulu memberi mereka kesempatan untuk bertobat dan merasakan hal-hal baik dari Allah. Bahkan, kota-kota yang telah ditunggangbalikkan Tuhan, seperti Tirus, Sidon, Sodom dan Gomora juga telah merasakan kesempatan pertobatan dari Tuhan. Hanya saja, mereka tidak memberi perhatian dan respon yang baik terhadap peringatan-peringatan itu. Akhirnya, hukuman pun dijatuhkan.

Mungkin, kita bisa saja bertanya-tanya dalam hati: “mengapa Tuhan tidak memberi saja mujizat-mujizat super dahsyat ke kota Tirus dan Sidon, Sodom dan Gomora, agar mereka tobat? Bukankah Tuhan tahu bahwa orang-orang di kota itu pasti tobat kalau Tuhan mengintervensi dengan lebih lagi?” Hmmm, ini adalah pertanyaan wajar dan normal dari pihak kita sebagai manusia dan ciptaanNya.

Sebagai orang Kristen, kita tentu tahu bahwa Allah tidak bertindak secara serampangan. Ia tentu sudah melakukan yang terbaik untuk setiap peristiwa, termasuk saat tidak memberi mujizat super dahsyat ke kota-kota yang dihukum Tuhan itu. Bagi saya, setelah mempelajari topik ini, kemungkinan jawaban yang paling baik untuk pertanyaan di atas adalah bahwa Tuhan telah memiliki kadar (ukuran) tersendiri yang cukup bagi setiap individu untuk merespon peringatan-peringatan yang Tuhan berikan. Porsi peringatan itu tentu sangat variatif, bisa saja ke orang yang satu peringatanNya perlu puluhan kali, tetapi ke orang yang lain cukup satu atau dua kali. Intinya, peringatan itu cukup! Sama halnya ketika siswa di dalam satu kelas memiliki tingkat penerimaan pengajaran yang berbeda. Beberapa siswa bisa saja segera faham hanya dengan satu atau dua kali penjabaran, tetapi beberapa siswa lagi masih perlu lima atau sepuluh kali penjabaran dan contoh kasus baru bisa mengerti. Kira-kira, seperti itulah kasih dan keadilan Tuhan itu bekerja bagi orang-orang Tirus, Sidon, Sodom, dan Gomora. Hanya saja, sangat di sayangkan bahwa kota-kota itu tidak mau tobat sampai di batas kecukupan penalaran mereka terhadap peringatan Tuhan. Maka itu, mereka akan dihukum secara variatif juga.

Jadi, bagaimana dengan kita secara pribadi? Apakah kita sudah memberi respon yang baik terhadap peringatan firman Tuhan yang kita terima? Peringatan dan ajakan Tuhan untuk bertindak benar dan bertobat dari hal-hal yang salah bisa datang dari mimbar gereja lewat khotbah, bisa juga lewat pembacaan firmanNya secara pribadi, bisa juga lewat uraian firman Tuhan melalui media sosial atau bahkan kehidupan pribadi lepas pribadi. Jadi, apakah kita sudah berusaha mengubah pola pikir dan pandangan kita ke arah yang lebih baik setelah menerima kebenaran? Ketahuilah, ada saatnya peringatan, ajakan dan kesempatan dari Tuhan itu berkata sudah cukup dan kita akhirnya sadar bahwa kita sudah terlambat dan menyia-nyiakannya. Renungkanlah.

Ev. Marudut Tua Sianturi, M. Div.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s