Apakah Baptisan Mempengaruhi Keselamatan? 

Baptisan adalah doktrin penting bagi kekristenan. Walaupun doktrin baptisan bukanlah ajaran pokok kekristenan, namun dalam prakteknya, kita tidak boleh memperlakukannya secara sembarangan.

Baptisan pada dasarnya tidaklah mempengaruhi keselamatan. Namun, beberapa denominasi Kristen memahami baptisan dapat mempengaruhi keselamatan. Beberapa denominasi itu adalah: Katolik, Protestan, Mormonisme. Selain kelompok yang bersifat denominasional itu, ada juga praktek baptisan yang dianggap mempengaruhi keselamatan, yaitu: baptisan darurat dan baptisan ulang.

Denominasi-denominasi di atas tentu memiliki ayat mereka sendiri untuk membenarkan ajarannya. Namun pertanyaannya adalah, apakah cara mereka memakai ayat itu sudah tepat? Atau mungkinkah mereka telah salah memahami ayat-ayat tertentu? 

Memang, harus kita akui ada beberapa perikop Alkitab yang sepertinya mendukung konsep baptisan untuk keselamatan. Tetapi, penelitian yg cermat terhadap perikop-perikop sulit itu ternyata tidak terbukti mendukung baptisan perlu untuk keselamatan.

Bagaimanakah pemaparan yang rinci tentang pro dan kontra topik “apakah baptisan mempengaruhi keselamatan,” ini? Anda bisa membacanya di dalam buku saya yang akan terbit minggu ketiga bulan April 2017 ini.

Buku ini adalah buku perdana saya. Masa penulisannya sekitar satu tahun. Saya berharap pembaca sekalian bisa mendapat manfaat yang sangat berharga dari buku ini.

Selamat membaca.

6 tanggapan untuk “Apakah Baptisan Mempengaruhi Keselamatan? 

  1. Boleh tukar pikiran Bro….
    Mrk 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
    – dibaptis adalah syarat perlu untuk seseorang diselamatkan.
    – tidak percaya adalah syarat cukup untuk seseorang dihukum.

    Kesimpulan : seseorang akan diselamatkan bila dia dibaptis.

    Suka

    1. Sdr aaron.
      Dibaptis adalah syarat perlu untuk keselamatan? Itu sesat. Mengapa? Sebab manusia diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman (Ef. 2:8-9).
      Alkitab konsisten mengajarkan bhw keselamatan hanya melalui iman.

      Baptisan mmg perlu, tapi tidak punya andil untuk keselamatan.

      Baptisan adalah perbuatan baik, usaha. Jadi, jika keselamatan masih ditambah perbuatan atau usaha, itu telah sesat.

      2. Tdk percaya adalah syarat cukup untuk seseorang dihukum, benar!

      Argumentasi untuk membantah Markus 16:16, Kis. 3:38, 16:22, dan 1Pet. 3:18 sudah sy kupas secara tuntas di dalam buku saya itu yg berjudul “Apakah Baptisan Mempengaruhi keselamatan.”

      Informasi, bisa chat WA saya di 085360653391

      Suka

      1. Maaf ikut komen…., saya selalu mengingat peristiwa penyalipan Tuhan Yesus Bersama 2 org lainnya…, ada perdebatan antaran mereka berdua, ( Lukas 24: 39-43) saya langsung ke ayat 42-43,Lalu ia berkata: Tuhan Ingatlah aku Jika atang sebagai Raja, kata Yesus kepadanya : Aku berkata kepadamu, seaungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.
        Dari ayat di atas kita dapat membayangkan bahwa kselamatan itu adalah dari kasih karunia Tuhan Yesus saja… hanya Dia-lah yg akan menjadi penentu keselamatan kita….mohondi koreksi jika ada yg kurang

        Suka

    1. Mengabarkan firman tentu adalah perbuatan dan juga harus diusahakan.
      Tapi, bukan “usahanya untuk mengabarkan itu yg menyelamatkan”! Melainkan pesan Injil yg diresponi dengan positif itulah yg menyelamatkan.

      Dan, pribadi yg menyelamatkan ialah Yesus.

      Pemberita Injil hanyalah alat / saluran agar informasi itu sampai ke teliga saudara2 yg terhilang.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s