Apakah maksud membaptis dengan api?

image

Selain baptisan Roh Kudus yang telah membuat banyak orang keliru, ada juga disebutkan di dalam Alkitab tentang baptisan api. “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” (Matius 3:11).

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan baptisan api itu? Apakah itu mengacu kepada lidah-lidah api pada peristiwa Pentakosta, atau itu sebagai simbol penderitaan atau bahkan simbol penghukuman di neraka?

Berikut penjelasan dari ketiga tafsiran tersebut.

1. Baptisan api adalah satu kesatuan dengan baptisan Roh Kudus di hari Pentakosta.

Argumen:
Karena pada peristiwa Pentakosta tersebut, selain Roh Kudus dicurahkan, juga ada lidah-lidah api. Nats tersebut menyebutkan “dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing” Kis. 2:3.

Bantahan:
(1) Objeknya tidak sama. Di Kis. 2:3, disebutkan “…lidah-lidah seperti nyala api…” Pemakaian istilah “seperti” menunjukkan bahwa yang mereka lihat itu bukan api, melainkan yang mirip-mirip api.
(2) Walaupun Roh Kudus memang memiliki banyak simbolitas, seperti: burung merpati, api, minyak, dll, tetapi di Matius 3, baptisan api sepertinya lebih mengacu kepada yang negatif daripada ke yang positif.

2. Baptisan dengan api maksudnya adalah penderitaan. Jadi, orang yang menerima baptisan api adalah mereka yang akan mengalami penderitaan.

Argumen:
Tafsiran kedua ini mendasarkan argumennya terhadap perikop di Markus 10:38-39. Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?” Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.

Penganut tafsiran yang kedua ini menghubungkan antara baptisan dengan cawan. Bahwa cawan adalah lambang penderitaan (Mark. 14:36), jadi baptisan yang dimaksud Yesus di sini adalah mengacu kepada penderitaanNya di kayu salib. Dan baptisan api ini juga terjadi kepada semua orang percaya yang akhirnya menderita. Baik Paulus, Petrus, Yohanes dll.

Bantahan:
(1) Tentang penafsiran bahwa cawan dan baptisan mengacu kepada penderitaan sebenarnya tidak ada masalah. Tetapi masalahnya adalah bahwa Matius 3:11, Luk. 3:16 & Yoh 1:33 dengan konsisten menyatakan bahwa Yesus adalah pribadi yang membaptis dengan api. Jadi, Yesus bukan orang yang dibaptis dengan api, melainkan si pembaptisnya.
(2) Secara konteks, ayat tersebut tidak ada menyinggung istilah api, jadi terkesan dipaksakan.

3. Baptisan api merupakan gambaran penghukuman kekal.

Argumen:
Dasar argumennya adalah bahwa secara konteks dekat lebih mendukung. Di Matius 3:10 dikatakan bahwa “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” Jadi, api yang di acu di sini sangat jelas menggambarkan penghukuman. Di ayat ke-12 nya, tafsiran ini juga semakin didukung konteksnya bahwa istilah api pastilah gambaran penghukuman kekal. Karena dikatakan “Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Dengan melihat kronologis Matius 3, kita menjadi mengerti apa maksud Yohanes Pembaptis mengatakan hal-hal tersebut.

Mulai dari ayat 1-6, Yohanes masih melakukan tugasnya dengan baik, yakni membaptis orang-orang yang menyatakan dirinya telah bertobat. Tetapi, statemen Yohanes menjadi berubah sejak di ayat 7.

Yohanes Pembaptis (YP) mulai menggertak orang-orang Farisi dan Saduki yang datang kepadanya untuk dibaptis bahwa mereka adalah keturunan ular beludak. YP mungkin menyampaikan statement keras ini dikarenakan bahwa orang Farisi dan Saduki sudah terlalu sering bertindak munafik, sebagaimana juga kitab baca di Matius 23:1-36 bahwa Yesus mencela serangkaian kemunafikan kedua kelompok tersebut. (Mat. 23:1-36). YP memperingatkan mereka bahwa baptisan itu bukan sekadar main air, tetapi tanda pertobatan. Sehingga barangsiapa yang tidak sungguh-sungguh bertobat akan dihukum juga walaupun dia sudah dibaptis.

YP kembali mempertegas syarat pelaksanaan baptisannya, yaitu menghasilkan buah pertobatan terlebih dahulu! (Mat 3:8), jangan hanya mengaku di mulut tapi tindakan berbeda! Maka YP menyindir mereka dengan berkata “janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! (Mat 3:10).

Jadi, dasar pernyataan YP untuk Matius 3:11 adalah adanya orang-orang munafik yang ingin dibaptis.

YP akhirnya menyimpulkan argumennya dengan berkata bahwa baptisan yang ia lakukan hanya dengan media air yang secara simbolik menggambarkan air yang menyucikan diri. Tetapi Dia yang akan datang (Yesus Kristus) bisa membaptis seseorang dengan media Roh Kudus atau api. Jika seseorang tersebut adalah pribadi yang sungguh-sungguh bertobat, maka baginya akan dibaptiskan Roh Kudus sebagai meterai untuk kehidupan yang kekal. Tetapi jika seseorang dibaptis hanya ikut-ikutan, atau masih tetap melakukan tindakan-tindakan kecemaran maka Yesus berhak membaptiskannya dengan api, yaitu penghukuman kekal di neraka.

Api neraka / hukuman kekallah yang dimaksud dengan baptisan api di dalam Matius 3:11 tersebut. Dua perumpamaan yang memakai media api sangat kuat mendukung tafsiran ini. Baik pohon yang akan dibakar, dan juga debu jerami yang akan dibakar menggambarkan perbuatan-perbuatan sia-sia, yang tidak berdasarkan kebenaran. Bandingkan dengan 1 Kor. 3:12-15.

Tuhan Yesus Memberkati. Haleluyah, Maranatha!

Marudut Tua Sianturi @ GBIA Dikaiosune Manado.

4 tanggapan untuk “Apakah maksud membaptis dengan api?

  1. selamat siang kk Marudut, saya sebagai junior yg baru gabung di GITS sejak januari yg lalu, mengucapkan banyak terimakasih atas artikel yang kk share di blog ini sehingga saya semakin paham tentang kebenaran Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati …Maranata

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s