Apa makna baptisan Yesus? Mungkinkah itu sebagai tanda pertobatan?

image

Ketika Yohanes Pembaptis tampil untuk pertama kalinya di depan publik, ia menyerukan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Matius 3:2. Setelah itu, iapun melakukan pembaptisan kepada orang-orang yang mau bertobat dan percaya kepada sang Juru Selamat yang akan datang. Matius 3:11 menyebutkan bahwa Yohanes Pembaptis membaptis dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api. Di kitab lain disebutkan bahwa baptisan Yohanes adalah pembaptisan kepada orang yang bertobat (Kis. 19:4). Jadi, dapat disimpulkan bahwa baptisan Yohanes memang bagi orang-orang yang sudah bertobat.

Tetapi, bagaimana dengan baptisan yang ia lakukan terhadap Yesus? Apakah itu juga baptisan sebagai tanda orang yang bertobat? Jawabannya pasti tidak! Sebab jika itu adalah tanda pertobatan, berarti Yesus pernah berdosa atau dikandung dalam dosa! Ini tentu bertentangan dengan firman Allah yang berkata ia tidak berdosa, tipu tidak ada dalam mulutNya (1 Petrus 2:22). Ia tidak mengenal dosa, tetapi telah dibuat menjadi dosa karna manusia (2 Kor 5:22).

Ketika Yesus akan dibaptis Yohanes, Yohanes berkata: “Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?

Yohanes pembaptis menyadari kebenaran tersebut bahwa Yesus tidak pantas dibaptis sebagai tanda pertobatan, karena Yesus adalah Allah sendiri! Oleh karena itulah Yohanes berkata kepada Yesus, “Akulah yang perlu dibaptis olehMu.” Jadi, jelas bahwa Yesus tidaklah dibaptis sebagai tanda pertobatan.

Jadi, apa sebenarnya makna baptisan Yesus?

Inilah jawaban Yesus, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Yesus berkata bahwa baptisan yang Ia terima adalah sebagai penggenapan kehendak Allah. Apakah kehendak Allah yang akan Yesus genapi dengan cara baptisan? Yaitu kematian di kayu salib! Perhatikan pernyataan Yesus ini,

Lukas 12:50, Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!

Pernyataan ini disampaikan Yesus bukan ketika Ia belum dibaptis, tapi Yesus sudah dibaptis. Jadi, baptisan yang dimaksud Yesus adalah penyalibanNya.

Ayat berikut ini semakin menunjukkan kejelasanNya.

Markus 10:38, Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?”

Baptisan yang harus diterima Yesus di ayat itu berbeda dengan baptisan air, karena ketika Yesus menyampaikan pernyataan ini, Ia dan murid-muridNya telah melakukan pembaptisan. Baptisan yang Yesus maksudkan adalah tentang penderitaan yang harus Ia alami. Penderitaan tersebut secara spesifik adalah kematian di kayu salib.

Ketika di taman Getsemani, Yesus menyampaikan doanya kepada Allah Bapa dengan berkata:
…”Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Markus 14:36.
Ini adalah doa Yesus sesaat sebelum Ia diserahkan untuk disalibkan. Perhatikanlah kata-kata Yesus tersebut, “…melainkan apa yang Engkau lehendaki.”

Bukti lain lagi bahwa baptisan dengan penyaliban Yesus sangat erat kaitannya ialah tertulis di Roma 6:3-5, Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Kesimpulan:
Baptisan yang diterima Yesus bukan sebagai tanda pertobatan, tetapi sebagai tanda Injil, yaitu mengorbankan diriNya menjadi yang terhukum di kayu salib. Salib menjadi pintu masuk surga. Barang siapa yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka ia pasti diselamatkan. Roma 5:8-10; Yohanes 14:6.

By: Marudut Tua Sianturi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s