Bolehkah dibaptis dua kali?

Featured Image -- 86Bertumbuh dan hidup di lingkungan gereja Protestan telah membuat saya anti baptisan secara selam, dan lebih lagi jika dibaptis dua kali. Konsep ini telah saya imani hingga saya menginjak usia 21 tahun.

Bertolak dari pemahaman ini, saya bahkan memandang rendah jikalau ada orang yang telah menerima “baptisan” ketika bayi kemudian mau dibaptis lagi secara selam. Saya juga tidak menghiraukan argumentasi-argumentasi yang akan mereka sampaikan sebagai pembelaan mereka. Bagi saya tindakan demikian adalah menunjukkan ketidak-setiaannya terhadap “baptisan” yang pertama. Saya akan setuju jika ada orang yang menyebut dia sebagai “orang yang tidak setia kepada istri masa mudanya.”

Namun, konsep tersebut adalah cerita masa lalu bagi saya. Pemahaman dangkal tersebut telah saya kubur dalam-dalam, dan sekarang saya tidak mempercayainya lagi. Puji syukur kepada Tuhan, setelah saya mendapatkan penjelasan dari seorang penginjil Baptis, saya akhirnya lebih mengerti tentang topik baptisan dan telah melakukan baptisan dengan cara yang benar.

Oleh karena pemahaman saya yang keliru di masa lalu tersebut, saya merasa perlu untuk memberikan argumentasi yang rinci perihal “bolehkah dibaptis dua kali?” menurut terang Firman Tuhan. Dengan demikian, saya harap tidak aka nada lagi orang yang juga memiliki prasangka yang salah seperti yang dulu pernah saya anut. Tulisan ini tidak didasarkan kepada rasa benci, memburuk-burukkan, tetapi untuk menyingkapkan kebenaran berdasarkan Alkitab yang adalah satu-satunya Firman Tuhan.

1. Etimologi

Penelusuran secara etimologi akan menghantarkan kita kepada konsep yang benar mengenai baptisan tersebut. Salah memahami istilah tentu sangat besar peluangnya untuk salah dalam praktek. Kesalahan dalam praktek tentu akan mengaburkan makna sebenarnya baptisan tersebut.

Secara etimologi, kata “baptis” berasal dari kata bahasa Yunani βαπτίζω= baptizo, yang artinya menyelamkan.”  Sedangkan istilah “percik” sebenarnya berasal dari kata bahasa Yunani αντζω = rhantizo.” Jadi, secara singkat dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan secara “percik” tidak dapat disebut sebagai baptisan. Tetapi, tentu akan ada orang yang akan mencoba membantah dan berkata bahwa “itu hanya istilah, itu tidak esensial, dll.

Namun, jika kita memang ingin mendasarkan ajaran kita kepada kebenaran Alkitab, tidakkah kita mau mengikuti aturan Alkitab dengan sebaik-baiknya? Apakah kita akan lebih mementingkan ego kita? Saya pikir, orang Kristen lahir baru tidak akan mempertahankan egonya demi menyangkal kebenaran.

2. Makna baptisan

Baptisan sebenarnya adalah suatu simbol yang menggambarkan tentang Injil Yesus Kristus. Di dalam Roma 6:3-6, Paulus menjelaskan simbolisasi baptisan tersebut, yaitu menunjukkan kematian, penguburan dan kebangkitan. Jadi, kematian Yesus di kayu salib untuk menebus dosa manusia disimbolkan dengan baptisan. Menurut Anda, cara seperti apakah yang lebih tepat menggambarkan “kematian, penguburan dan kebangkitan” tersebut? Jawaban paling jujurnya adalah dengan cara selam.

Bagi sebagian orang cara baptisan ini mungkin tidak terlalu penting, tetapi kita harus sadar bahwa bagi Allah itu amat penting dan serius! Di dalam Perjanjian Lama, sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, Allah berjanji kepada manusia pertama bahwa Ia akan mengirim Juruselamat untuk menebus manusia dari dosa. Juruselamat yang dijanjikan oleh Allah tersebut adalah seorang dari keturunan perempuan (Kejadian 3:15).

Sebelum Juruselamat yang dijanjikan tersebut datang ke dunia, manusia pertama diperintahkan untuk melakukan suatu upacara simbolik sederhana untuk menggambarkan Juruselamat yang akan datang tersebut. Simbol tersebut berupa “domba korban” yang di taruh di atas mezbah dan disembelih. Sambil domba tersebut disembelih maka Adam dan Hawa harus mengakui dirinya sebagai orang berdosa dan percaya kepada janji Allah yang akan mengirim Juruselamat tersebut. Seiring berjalannya waktu, ketika Kain dan Habel ingin memberikan persembahan kepada Allah, mereka membawa persembahannya masing-masing, Kain memper-sembahkan hasil tanaman sedangkan Habel mempersembahkan domba (Kejadian 4). Singkatnya, persembahan Kain ditolak dan persembahan Habel diterima oleh Tuhan. Sebenarnya, apakah yang menyebabkan persembahan Kain ditolak Tuhan? Jawabannya adalah karena Kain tidak mempersembahkan korban yang mencurahkan darah (domba), Kain ingin mendirikan kebenarannya sendiri (band. Ibrani 11:4). Lalu, mengapa Tuhan menghukum Kain dengan serius? Yaitu karena Kain telah mencoba mengaburkan simbol Juruselamat yang akan datang tersebut, yaitu “domba.” Domba yang ditaruh di atas mezbah, kemudian disembelih hingga mencurahkan darah adalah gambaran Juruselamat yang akan datang ke dunia untuk menebus manusia berdosa. Simbol ini telah digenapi 2000 tahun yang lalu, yaitu ketika Anak Manusia ditinggikan di atas kayu salib. Maka dari itu, jikalau Allah sangat serius menindak orang yang mengaburkan simbol kedatanganNya kedunia (berupa domba yang disembelih di atas mezbah), bukankah hal yang sama juga akan berlaku bagi orang yang mengaburkan simbol kematianNya di kayu salib? (berupa baptisan secara selam).

3. Penerima baptisan

Referensi pertama yang kita temukan di Perjanjian Baru tentang Baptisan adalah di dalam Injil Matius 3:2. Yohanes menyerukan supaya semua orang bertobat sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Kemudian, sambil mengaku dosa, orang-orang yang datang kepada Yohanes permbaptis menerima baptisan.

Nas ini memberikan kita gambaran ringkas mengenai syarat bagi seseorang yang akan menerima baptisan tersebut, yaitu pertobatan. Di bagian lain Alkitab secara konsisten menuliskan tentang syarat seseorang untuk dibaptis, yaitu melalui pertobatan. Kis. 2:38, Rasul Petrus berseru “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus…”. Kemudian di dalam Kis. 8:37, ketika sida-sida dari Etiopia bertanya kepada Filipus , “apakah halangannya jika aku dibaptis?” Filipus menjawab, “jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Contoh berikutnya, Kis. 16:30-33. Paulus membaptis kepala penjara Filipi setelah kepala penjara Filipi tersebut menjadi percaya.

Contoh-contoh di atas cukup untuk menunjukkan bahwa orang yang layak menerima baptisan hanyalah orang yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pertanyaan, apakah baptisan tersebut sah jika pribadi yang dibaptis belum sungguh-sungguh lahir baru? (bertobat dan percaya?) Jawabannya: baptisannya tidak sah! Sehingga melalui fakta-fakta di atas, Alkitab jelas menentang pelaksanaan baptisan terhadap bayi, sebab bayi tidak mungkin bisa memberikan pengakuan iman.

Jadi, apakah Anda “dibaptis” saat bayi? atau Anda sebenarnya dirantis/percik? Ketahuilah bahwa itu tidak benar, dan tidak sah menurut terang Firman Tuhan.

4. Alkitab mengijinkan pembaptisan dua kali

Anda yang sedang membaca artikel ini mungkin saja orang yang telah menerima rantisan ketika bayi, dan sekarang Anda telah mengerti bahwa cara itu salah dan tidak sah di hadapan Tuhan menurut FirmanNya. Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan baptisan secara benar, yaitu bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan Juruselamatmu dan beri dirimu dibaptis secara selam oleh otoritas gereja (tubuh Tuhan) yang Alkitabiah.

Poin terakhir ini akan menunjukkan suatu bukti yang menyakinkan kita bahwa baptisan dua kali tidaklah sesuatu yang salah. Tindakan yang salah itu adalah jika Anda sudah tahu yang benar tetapi tidak mau melakukannya (Yakobus 4:17). Di dalm Kis. 19:1-5, tercatat suatu peristiwa ketika Paulus mengunjungi murid-murid yang ada di Efesus. Rasul Paulus menemukan di sana ada 12 murid yang telah dibaptis oleh Yohanes Pembatis. Namun, pada akhirnya para murid tersebut dibaptis ulang oleh Paulus untuk kedua kalinya (ayat 5). Mengapa para murid tersebut perlu dibaptis untuk yang kedua kalinya? Alasannya adalah karena mereka belum memiliki pemahaman yang benar tentang “mengapa mereka dibaptis.” Hal ini sangat jelas ketika mereka menjawab pertanyaan Rasul Paulus, “sudahkah kamu menerima Roh Kudus?” murid-murid itu menjawab “belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Sepertinya murid-murid yang di Efesus ini adalah orang-orang yang hanya ikut-ikutan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sangat sulit membayangkan bahwa mereka belum pernah mendengar tentang Roh Kudus, sebab Yohanes telah menyatakannya pada acara baptisan yang ia lakukan. Yohanes Pembaptis berkata, “Aku membaptis kamu dengan air …., tetapi Ia (Yesus) akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus…”

Jadi, jikalau orang yang dibaptis oleh Yohanes Pembaptis saja diijinkan Allah untuk menerima baptisan ulang dengan konsep yang benar, tidakkah lebih lagi harusnya kita bersikap terhadap baptisan yang kita terima? Sesungguhnya, bukan hanya baptisan kepada bayi (cara) yang salah dan pribadi yang tidak mengerti tersebut, tetapi walaupun cara baptisan tersebut adalah selam, jika konsepnya terhadap ordinansi baptisan tersebut masih salah tetap harus diulang. Jika Anda percaya bahwa baptisan itu menyelamatkan, maka baptisan Anda harus diulang!

Akhirnya, saya berharap artikel ini bisa menjadi saluran berkat bagi kita semua dan nama Tuhan kiranya yang dipermuliakan.

Maranatha!

32 tanggapan untuk “Bolehkah dibaptis dua kali?

  1. saya adalah kaum awam yang tidak terlalu mengerti dengan Alkitab, tetapi saya melihat bahwa anda tidak serius dalam menggali Alkitab atau nas yang saudara kutib:
    1. Persembahan Kain dan Habel
    Apa dasarnya mengatakan Tuhan tidak menerima persembahan Kain hanya karena itu bukan korban yang mencurahkan darah? Padahal dalam Alkitab, aturan tentang korban bakaran baru diaturkan setelah kejadian air bah. Apakah saudara tidak mengutip surat Ibrani?
    “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesuadah ia mati” – Ibarani 11:4.
    saya rasa itu cukup menjelaskan alasan mengapa Tuhan menerima dan tidak menerima persembahan.
    2. Kisah Rasul 19:1-5
    Saya pikir saudara harus melihat konteks dalam babtisan itu, Babtisan yang dilakukan Yohanes adalah babtisan yang lazim dilakukan orang Yahudi pada saat itu, itu babtisan pertobatan, babtisan yang dapat dilakukan sekali dalam seminggu (atau berulang-ulang). Mengapa Paulus mempertanyakan itu, itu karena kita tidak hidup di dalam kepercayaan itu lagi, kita bukan Yahudi lagi. Dan ketika Paulus membabtis mereka apakah dikatakan disana dengan selam? TIdak, disana dikatakan “dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka”
    3. Menurut saya, yang terpenting dalam Babtisan adalah, di dalam Siapa dia di Babtis, terserah dengan cara bagaimana.

    Ini menurut pemahaman saya.

    Suka

    1. Salam dody j malau.

      Pertama
      Di dalam kekristenan tdk ada org awam. Sbb barang siapa yg sdh percaya Kristus sbg Tuhan dan juruselamatnya adalah hamba kebenaran = hamba Tuhan. (Rom. 6)

      Predikat awam dan umat hanya ada di zaman Yudaisme sbg penjaga kebenaran. Saat skrg, semua org percaya adalah imam. 1 Pet. 2:9.

      Kedua, ttg persembahan Kain dan Habel dan Ibr. 11:4.
      Perintah untuk persembahan korban tdk dimulai di zaman nuh. Tetapi sejak dari zaman manusia pertama. Bahkan Kristus telah memberi contohnya terlebih dahulu (Kej. 3:21). Kemudian diteruskan kpd Kain dan Habel dan seterusnya.
      Habel mmg mengorbankan persembahan yg lebih baik, ya, poinnya di situ, yaitu jenis korbannya. Obyek nya adalah apa yg dipersembahkan!
      Korban yg dikehendaki Tuhan iti adalah domba yg mencurahkan darah, sbb Mesias yg akan dtg mmg disimbolkan sbg domba. (Yes. 53:1-7, Yoh. 1:29,dll).
      Jadi, benarlah bhw kesalahan Kain adalah karena ia mengubah OBYEK yg dipersembahkan.

      Ketiga, ttg baptisan Yohanes.
      Sy lihat kustru Anda keliru. Bahwa Yahudi tdk mengenal baptisan kpd org Yahudi. Apalagi baptisan pertobatan yg dilakukan sekali seminggu. Dari mana sumber Anda?

      Baptisan Yohanes adalah baptisan Kristen! Ia tdk melakukan baptisan seperti yg dilakukan Yudaisme.

      Tahu darimana? Lihat saja konteks saat Yohanes membaptis di Yoh. 1:19-28 Mengapa pembaptisan Yohanes dianggap ‘aneh/spesial’ oleh imam kepala dan Farisi? Karena baptisan yg ia lakukan berbeda!

      Org2 farisi malah ber-statement juga dgn mengatakan: kalau kmu bkn Mesias, bukan Elia, bukan Nabi yg akan dtg, mengapa kamu membaptis? Yoh. 1:25

      Jadi jelas, bhw baptisan Yohanes berbeda dgn baptisan proselit Yahudi.

      Keempat, pemahaman Anda ya bisa untuk konsumsi Anda. Tpi menurut Alkitab, baptisan yg benar harua dilayankan kpd org yg benar, pengertian yg benar, cara yg benar dan atas otoritas jemaat.
      Jika tidak, maka baptisan itu tdk Alkitabiah.

      Salam,

      Suka

  2. Info lainny,
    Jika ingin mendapat pemaparan yv lebih lengkap, Anda boleh membeli buku saya yg berjudul: Apakah Baptisan Mempengaruhi Keselamatan?

    Anda bisa chat lewat WA di no 085360653391

    Suka

  3. syalomsaya mau bertanya bagaimana jika seseorang pernah di baptis tapi orang itu hanya ikut”tan dan orang belum terlalu mengerti tentang baptisandan berjalannya waktuorang itu mengerti apa artinya dibaptisdan menyesali telah dibaptisdan orang itu ingin baptis ulang tapi orang itu tidak tahu apakah itu benar atau salahdan orang itu sudah terlanjur dibaptis ulang tapi orang itu sudah mengerti apa itu baptissaya ingin tahu apakah itu salah atau benar

    Suka

    1. Salam sdr Meldi alfeus.

      Baptisan dilayankan adalah sebagai tanda pertobatan. Jadi, jika seseorang dibaptis TANPA memahami dan sadar untuk bertobat dan percaya kpd Yesus, maka baptisannya tidak sah.

      Jika seseorang hanya ikut2an saja dulunya, dan sekarang telah mengerti, maka TEPAT nya melakukan kembali proses pembaptisan dgn konsep yg benar.
      Baptisan ulang itu Alkitabiah.

      Salam Ev. Marudut Sianturi, M. Div

      Suka

      1. Jika sudah dibaptis dari umur 8 thn, dibaptis ditumpahkan air di atas kepala, dengan nama Bapa Anak dan Roh Kudus, apakah itu sah atau tidak.

        Suka

      2. Baptis itu harus diselam, dicurah saja dan tdk sampai tergenang (menyelam) itu belum teapt disebut baptis. Itu yg pertama.

        Kedua, syarat baptisan itu adalah orgnya harus beriman dulu dan memberi diri dibaptis. Bukan atas kemauan orang tuanya.

        Suka

  4. Klo dibaca dr Kejadian 3 : 3 – 7 , Allah tidak berkenan kpd persembahan Kain karena Kain tidak mempersembahkan yg terbaik sedangkan Habel mempersembahkan yg terbaik/yg sulung, jd tgt kepada niat hati yg baik kpd Allah dan bukan kpd jenis korbannya….demikianlah…..sebaiknya pahami konteksnya dalam Alkitab jgn ambil ayat setengah2…mohon maaf jika tidak berkenan…tka

    Suka

    1. Salam Liex,
      Justru karena pertimbangan konteks di Kej. 3:3-7 dan di kitab Ibrani 11:4 maka kesimpulannya bahwa Kain berusahan mengubah suatu model yg Tuhan buat.

      Tuhan menghendaki korban yg mencurahkan darah, padahal Kain tidak melakukannya. Dan lagi, stelah Tuhan menolak persembahannya, ia bukan sadar dan koreksi diri, malah marah dan kesal kepada Tuhan. Tindakan akhirnya ia membunuh Habel, adiknya.

      Niat?

      Ya, niat itulah pemicunya. Namun, niat itu akan jelas-jelas bisa diketahui orang, saat niat itu direalisasikan. Niat yg tidak baik / jahat dari Kain, ternyata diimplementasikan dia dalam bentuk korban bakaran dari bahan tanaman. Nah… Itu kesalahannya. Korbannya tidak sesuai dengan yg dikehendaki Tuhan.

      Di awali Niat yg tak baik,
      Diwujudkan oleh tindakan yg menentang.

      Salam,
      Ev. Marudut Sianturi

      Suka

  5. “…Alkitab adalah satu2nya firman Allah.” Maaf sblmnya saya orang biasa/awam lah…yohanes 16:12 masih byk hal yg harus Aku katakan kepadamu tetapi skrg kamu belum dapat menanggungnya, yohanes 21:25 masih byk hal2 lain lagi yg diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus ditulis satu persatu, makanya agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yg harus ditulis itu….trus ijinkan saya bertanya apakah Allah saat ini tidak pernah berfirman lagi ?

    Suka

    1. Salam buat Liex,

      Tuhan berfirman lagi?
      Hmmm, kira-kira dalam bentuk apa? Apakah scr bisikan? Penglihatan? Mimpi? O… Jelas cara demikian sudah tidak dipakai Tuhan lagi sbg saran menyampaikan firman-Nya. Mengapa? Sebab sarana terbaik, yg sempurna untuk menyampaikan firman-Nya telah ada di antara kita, yaitu Alkitab. Sarana-sarana terbatas seperti: mimpi, penglihatan, Tuhan berbicara, sudah tdk dipakai Tuhan lagi, karena mudah bagi Iblis meniru dan mengelabuhi manusia.

      Dan lagi, sdr Liex gagal faham ttg Yoh. 16:12 dan Yoh. 21:25, ayat-ayat ini justru ingin menyatakan bahwa semua yang tertulis di Alkitab itu sudah cukup untuk manusia. Tuhan memang ada banyak kali berfirman sejak kedatangan-Nya yg pertama, tetapi tidak semua yg Tuhan perintahkan dicatat, mengapa? Karena tidak semua yg Tuhan firmankan saat kedatangan-Nya itu cukup penting bagi orang saat ini. Tapi, firman untuk kebutuhan manusia sudah cukup.

      Salam,
      Ev marudut

      Suka

  6. Syalom Pak Marudut
    saya juga kebingungan dengan baptisan ulang, ada beberapa teman yang menyarankan saya dengan pendapat yang sama seperti postingan diatas, sy merasa ini adalah kebenaran, tetapi pikiran saya mencadi kacau, bingung, dan takut sebab saya sudah dibaptis sejak kecil…

    Suka

    1. Salam sdr Jenny Mauko,

      Adalah hal yg biasa menjadi galau, bingung, dan takut, apabila suatu kegiatan (misal: percikan) yg sudah ‘dianggap’ benar oleh mayoritas org, termasuk kita sendiri, akhirnya gugur setelah kita menyelidiki sumber aslinya (Alkitab).

      Tapi, hal itu juga tidak boleh berlama2 dipelihara (rasa takut dan kegalauan untuk bertindak benar).

      Saya harap, kebenaran Alkitab yg tidak dipatuhilah yg jauh lebih penting untuk ditakuti.

      Tuhan memberkati, maranatha

      Suka

  7. Selamat malam, saya mau tanya? Bagimana orang yang baru masuk keristen tapi sdh di baptis secara percikan.apakah itu sah? Menurut alkitab. Terimakasih sebelumnya.

    Suka

    1. Upacara baptisan secara percik tidak sesuai ajaran Alkitab, oleh karena itu, percikan tak pernah bisa menjadi SAH sebagai baptisan.

      Baptisan yg benar harus secara selam, sebab demikianlah Alkitab mengajarkannya.

      Suka

  8. Shalom Bapak Marudut,
    Anda tidak memiliki otoritas dalam menentukan sah atau tidaknya suatu baptisan. Anda seharusnya tahu siapa yang berotoritas menyatakannya.

    Suka

  9. Syalom Pak…
    Sy mau bertanya,
    Sy sudah pernah dibaptis, namun sy memintanya udh dg kesombongan, ada kemunafikan jg dalam diri sy, dimana ada perasaan senang saat dpt pujian dri orang, trus pengen dilihat baik/suci sama orang lain, pokonya ada niat yg gk murni, sy bisa rasain itu, waktu minggunya pa gembala tdk umumin di gereja klw sy sdh dibaptis ada rasa kecewa,
    berati kan niat sy udh ga murni, berharap pujian dari manusia,
    Dan setelah baptisan jg sy msh hidup dg cara hidup yg lama, dan yg aku rasain sekarang sy khawatir, gimana klw aku mati dg cara hidup sy yg kaya gini, sy jd mudah marah& tersinggung sama orang lain dan jadi kepahitan sama oranglain.
    Niat sy baptisan dari awal sdh tdk baik.
    Apakah sy harus mengulang baptisan itu ?
    Terima kasih🙏

    Suka

    1. Pertama, harus bereskan hati dulu. Bertobat & mohon ampun kpd Tuhan Yesus Kristus yg sudah menubus Anda dan saya dari perbudakan dosa.

      Kedua, jika yakinkan diri kita bahwa Yesus Kristuslah satu2nya juruselamat kita dan jangan ragu.

      Ketiga, mintakanlah untuk dibaptis ulang, secara selam (cara yg benar) sebagai bentuk simbolik penyatuan kita thd kematian, penguburan & kebangkitan Kristus. Sekaligus, sebagai simbol hidup baru kita.

      Tuhan memberkati Masdagreysies

      Suka

  10. Syalom Kak. Terima kasih untuk artikelnya, pengalaman sy persis spt kakak, sy masih berumur 18 tahun. Di keluarga sy hanya sy yg sudah dibaptis selam, keluarga sy sdh hidup dalam dogma yg salah bertahun-tahun, kami sering berdebat tentang hal ini dan mereka menganggap sy salah besar krn sdh baptis 2x. Tapi terkadang sy sdh bosan menjelaskannya krn mereka tetap merasa benar, tapi sy hanya bisa tunjukkan lewat hidup sy setelah dibaptis dan sy berserah pada Yesus yg berperkara. saya bersyukur krn menemukan artikel ini yg mungkin sy bisa pakai utk menjelaskan kpd mereka dgn benar. Tuhan memberkati.

    Suka

  11. Anda sepertinya kekurangan pengikut sehingga mempengaruhi org kristen lainya untuk mengikuti kelompok anda. Hrs diingat, jika ada pihak yg memecah belah umat Allah maka itu berasal dari Iblis, krn iblis tdk suka dgn org yg percaya Yesus. Saran saya, jika ingin pengikut byk mk mengail d tempat yg msh blm percaya. Org skrg lbh gampang cari umat dr org yg sdh percaya krn gampang dipengaruhi dgn dokma kelompoknya. Padahal msh sgt byk jiwa2 diluar sana yg perlu dibwh kpd Yesus.

    Suka

    1. Salam sdr lexy,
      Memang pada akhir zaman akan makin banyak org yg mengaku Kristen tapi tak faham tentang keimanannya secara baik. Dari komentar Anda, tampaknya Anda salah satu ada di dalamnya.

      Saya akan tetap berusaha mencari sebanyak2nya pengikut dan teman yg sungguh2 cinta kebenaran, di dalam lingkungan Kristen atau di luarnya.

      Horas.

      Suka

  12. Terima kasih.. akhirnya saya bisa dpt jawaban utk baptis ke 2x.
    Saya pernah baptis di usia 17 tp atas kemauan ortu. Sedangkan saya blm paham ttg Yesus dan …. .
    Diusia saya yg ke 37 ( 2 THN dlm tahap pengenalan akan Alkitab) ada kerinduan hati utk dibaptis. Namun keinginan ini msh dibingungkan dgn alasan apakh baptis bs 2x. Namun setelah membaca artikel ini.. hati saya bulat utk dibaptis.

    Terima kasih
    Kiranya kasih Tuhan Yesus selalu menyertai kita semua. amin

    Suka

  13. Shalom pak Sianturi
    Saya orang awam, tidak begitu bayak paham tentang isi2 Alkitab. Tentang murid yg dua belas yg bpk jelaskan menerima babtisan lagi dari paulus krn blm menerima roh kudus, ya ialah pak kan Yesus blm mati saat mereka dibabtis Yohanes, Yesus blm naik ke sorga dan Roh kudus blm turun dari sorga. Jadi gpp murid2 itu dibabtis lagi.
    Saat saya dibabtis walaupun msh bayi tetapi Yesus sdh mati menebus dosa manusia.
    Jadi saya dibabtis walaupun masih bayi, sudah atas nama Allah Bapak, Putra dan Roh Kudus. Dan itu sdh saya yakini. Krn sy memiliki Iman percaya walaupun tidak melihat. Tuhan Yesus memberkati. Amin

    Suka

    1. Salam ibu romasta aitumorang,

      Poinnya bukan karena Yesus belum mati saat mereka dibaptis. Tapi karena mereka BAHKAN menyebut tidak tahu kalau Roh Kudus ada.

      Jadi, mereka dibaptis hanya IKUT-IKUTAN saja tanpa pengertian yg benar.

      Kalau ALASANNYA karena Yesus belum mati saat murid-murid dibaptis, maka RASUL-RASUL haruslah dibaptis ulang, tapi apakah mereka dibaptis ulang? TIDAK!

      Semoga ibu bisa baca ulang Alkitabnya, pelajari, dan temukan kebenaran. Bukan justru PEMBENARAN atas praktek lama yg sudah diterima.

      Salam dalam Kristus.

      Suka

  14. Salam persaudaraan di dalam uhan Yesus Kristus..!
    Berkaitan dengan artikel ini, saya ingin tanya beberapa hal; pertama, mungkinkah Petrus dan para rasul selesai membaptis 3000 orang yang bertobat setelah mendengar khotbah Petrus “hari itu juga” jika menggunakan metode baptis selam sedangkan satu hari bagi orang Yahudi adalah 12 jam bukan 24 jam? Kedua, dengan cara apakah kepala penjara Filipi dibaptis oleh Paulus? Apakah didalam kompleks penjara ada kolam pembasuhan? (tentu harus dibuktikan langsung ke lokasi penjara Filipi, apakah ada kolamnya; tapi kemungkinan paling masuk akal, kepala penjara Filipi dibaptis dengan air yang digunakannya untuk membasuh bilur-bilur Paulus dan Silas)
    Terakhir, saya hanya ingin memberi pemahaman saya yaitu bahwa sesungguhnya tentara Mesir yang mengejar bangsa Israel yang di “baptis selam” didalam laut Teberau dan mereka semua mati, sedangkan bangsa Israel yang hanya terkena percikan air laut yang membentuk dinding air selamat.

    Suka

    1. 1. Sangat mungkin membaptis 3000 org sehari oleh 12 org. Saya asumsikan membaptis itu butuh 2 menit, maka:

      3000 : 12 = 250 org.

      Per 1 rasul membaptis 250 org.

      250 org x 2 menit = 500 menit

      500 menit : 60 = 8,333 jam.

      Sangat mungkinkan?

      Nyatanya, membaptis 1 org tak sampai 1 menit kok.

      2. Kepala penjara dibaptis secara selam. Ikuti aja ceritanya di Alkitab. Kalau ragu, tunjukkan dulu keberatan Anda yg kuat, baru saya jawab lagi.

      3. Pemahaman Anda ttg tentara Mesir salah kaprah!

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s