​COWBOY2AN YANG TEMBAK KAKI SENDIRI

Dengan apakah sesungguhnya paling tepat saya harus menggambarkan mereka yang ngotot mempromosikan Elohim dan Yashua Ha Masiah? 

Sudah jelas bahwa seluruh kitab PB ditulis dalam bahasa Yunani, dan kata yang dipakai ialah Theos. Theos artinya YANG DISEMBAH, seperti kata Elohim dan Allah. Langsung ada yg berteriak, Allah itu dewa bulan! Orang yang berteriak ini terlalu tergesa-gesa. Karena kata ALLAH, berasal dari Al-Ilah, yg artinya ilah itu, maka semua yang disembah dipanggil Allah termasuk ketika mereka menyembah bulan yang mereka panggil bulan itu ALLAH. Demikian juga dengan kata Theos dipakai orang Yunani untuk dewa mereka. 

Hal yang lebih fatal ialah bahwa mereka tidak mau pakai kata Yesus melainkan Yashua Ha Masiah, padahal kitab PB melalui inspirasi Roh Kudus memakai bahasa Yunani menulis Ἰησοῦς (Iesous).  

Banyak tahun lalu,  ketika seorang yang berdebat dengan saya, ngotot berkata bahwa harus Yashua, bukan Yesus.  Saya katakan kepadanya bahwa kitab PB bahasa asli menulis dalam bahasa Yunani dan bunyinya Yesus. Dia menjawab saya dengan berkata bahwa kitab PB yang asli ditulis dalam bahasa Aramik. Saya tanya kepadanya, mengapakah tidak ada manuscript atau fragment yang ditemukan? Dan dia menjawab saya dengan enteng bahwa yang asli dalam bahasa Aramik sudah hilang, yang bahasa Yunani terjemahan yang tersimpan. Dan saya berkata bahwa Ahmed Deedat beserta tokoh-tokoh Muslim sangat bersukacita mendengar pernyataanmu bahwa Alkitab Bahasa  Asli sudah hilang. 

Saya melihat,  mereka adalah orang-orang yang bersemangat,  yang tidak berpikir panjang dan bertindak seperti anak kecil. Mereka seperti orang yang sedang main cowboy-cowboyan,  yang  mencoba memutar-mutar pistolnya,  tapi akhirnya menembak kakinya sendiri. 

Sebab, jika benar kitab PB ditulis dalam bahas Aramik,  dan naskah itu sudah hilang, sedangkan yang bahasa Yunani adalah terjemahan, maka itu sesungguhnya sebuah malapetaka dalam kekristenan. Dan sekaligus membuktikan Allah tidak sanggup memelihara FirmanNya. 

Jadi, jelaslah kelompok pengagung sebutan elohim, yahweh, yashua ha masiah, dan ruakh ha khodesh bukan menjadikan kekristenan semakin baik, melainkan justru mengacaukan kekristenan. Ingatlah, bahwa kita diperintahkan untuk mengasihi Tuhan Allah kita degan segenap AKAL BUDI KITA.

Ditulis oleh: Dr. Suhento Liauw

Apakah Baptisan Mempengaruhi Keselamatan? 

Baptisan adalah doktrin penting bagi kekristenan. Walaupun doktrin baptisan bukanlah ajaran pokok kekristenan, namun dalam prakteknya, kita tidak boleh memperlakukannya secara sembarangan.

Baptisan pada dasarnya tidaklah mempengaruhi keselamatan. Namun, beberapa denominasi Kristen memahami baptisan dapat mempengaruhi keselamatan. Beberapa denominasi itu adalah: Katolik, Protestan, Mormonisme. Selain kelompok yang bersifat denominasional itu, ada juga praktek baptisan yang dianggap mempengaruhi keselamatan, yaitu: baptisan darurat dan baptisan ulang. 

Denominasi-denominasi di atas tentu memiliki ayat mereka sendiri untuk membenarkan ajarannya. Namun pertanyaannya adalah, apakah cara mereka memakai ayat itu sudah tepat? Atau mungkinkah mereka telah salah memahami ayat-ayat tertentu? 

Memang, harus kita akui ada beberapa perikop Alkitab yang sepertinya mendukung konsep baptisan untuk keselamatan. Tetapi, penelitian yg cermat terhadap perikop-perikop sulit itu ternyata tidak terbukti mendukung baptisan perlu untuk keselamatan. 

Bagaimanakah pemaparan yang rinci tentang pro dan kontra topik “apakah baptisan mempengaruhi keselamatan,” ini? Anda bisa membacanya di dalam buku saya yang akan terbit minggu ketiga bulan April 2017 ini. 

Buku ini adalah buku perdana saya. Masa penulisannya sekitar satu tahun. Saya berharap pembaca sekalian bisa mendapat manfaat yang sangat berharga dari buku ini. 

Selamat membaca. 

​Konsep Keselamatan Yang Salah

Matius 19:16  Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Ada cukup banyak orang Kristen yang mengimani bahwa untuk masuk sorga itu cukuplah dengan melakukan kebaikan, rajin kebaktian, rajin ibadah, tidak menghakimi orang lain dan pengajarannya; kalau soal siapakah Tuhan yang disembah, itu tidak terlalu masalah, sebab Tuhan itu satu, baik orang Kristen, Islam, Budha, bahkan orang tak ber-Tuhan namun baik.

Fakta tersebut pastinya akan membuka hati dan pikiran kita dan melihat dengan jelas bahwa konsep tersebut bukan saja salah, melainkan menyesatkan! Mengapa? Sebab apabila seseorang telah keliru saat mencari jalan (dan juga jalan keselamatan), kemudian berjalan pula di atas jalan yang salah itu, maka akhirnya ia akan sampai di tempat yang salah. Inilah yang dinamakan tersesat!

Pemuda kaya yang datang kepada Yesus juga sama halnya. Ia bertanya kepada Yesus tentang perbuatan baik apa yang harus ia lakukan supaya masuk surga? Pertanyaan ini menyesatkan! Mengapa? Sebab tidak seorangpun akan masuk ke dalam surga dengan perbuatan baik. Firman Tuhan berkata: 

Titus 3:5  pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 

Efesus 2:8-9  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

Untuk masuk surga, perbuatan baik tidak diperlukan! Ya, syarat ini sangat masuk akal, sebab apabila masuk sorga bisa dengan perbuatan baik, maka kelak akan ada orang yang menyombongkan diri oleh karena usaha kehebatannya. Perhatikanlah kata-kata yang diinspirasikan Roh Kudus ini melalui Rasul Paulus, Roma 4:2  Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

Jika Abraham dibenarkan karena perbuatannya, ini berarti Abraham dibenarkan bukan karena perbuatannya, melainkan imannya. Jadi, hal ini juga berlaku bagi semua umat manusia, tidak ada satu orangpun yang akan dibenarkan hanya karena ia berbuat baik, melainkan harus beriman. Roma 10:10  Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 

Jadi, jelaslah bahwa untuk masuk surga tidak memerlukan usaha manusia, apakah melalui berbuat baik, kerajinan ibadah, dibaptis supaya masuk surga, mengikuti perjamuan kudus untuk masuk surga, berdoa kepada Maria supaya masuk surga, atau pergi ke Yerusalem dalam bentuk tour dan berdoa di sana, semuanya itu adalah penyimpangan dan kesesatan.

Lalu, untuk apakah perbuatan baik itu?

Perbuatan baik adalah BUKTI bahwa seseorang sudah diselamatkan, bukan SYARAT.

Matius 18:21-22  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Batasan maaf yg ditoleransi manusia biasanya hanya 2 kali saja, lebih dari itu biasanya bukan maaf lagi yg ia berikan, melainkan ancaman. Yah… begitulah adanya hingga lagu ini populer,

“…satu kali kau sakiti hati ini, masih kumaafkan,

Dua kali kau sakiti hati ini, juga kumaafkan,

Tapi jangan kau coba tiga kali, jangan oh… jangan, …dst.”

Namun, Alkitab, Firman Tuhan memberikan penegasan yg lebih dari cara pandang manusia. Kita disuruh untuk memaafkan sesama 70 x 7 = 490 kali!

Apa artinya perkataan nas itu?

Apakah kita harus memaafkan sesama kita dgn memberi toleransi hingga 490 kali?

Ya… seperti itulah yg Tuhan maksudkan. Tetapi, apakah makna utama dari nas itu?

Begini, Tuhan sudah mengampuni semua dosa-dosa kita, sehingga kita layak mendapatkan tempat di sorga. Dosa2 kita yg lampau tidak akan Dia ingat lagi, dan apabila kita masih jatuh ke dalam dosa hari ini, ia masih juga membukakan pintu maaf bagi kita. Tak terkira seberapa banyak pelanggaran Anda dan saya selama menjalani kehidupan yg Tuhan anugerahkan ini, tapi Tuhan masih memaafkan. 

Nah… dengan demikian, kitapun, org2 yg sudah mendapat ampunan dari Tuhan HARUSLAH mengampuni saudara2 kita jika mereka melakukan salah. Sebab pengampunan yg kita terima dari Tuhan JAUUUUH lebih besar daripada kesalahan sesama kepada kita. Oleh karena itu, ampunilah kesalahan sesamamu. Tuhan Yesus memberkati.

Wahyu Progresif

Apa itu wahyu progresif? Ini adalah konsep bahwa Allah memberikan wahyu kepada manusia secara progresif, atau bertahap. Mengapa harus progresif? Mengapa Tuhan tidak langsung memberikan seluruh Alkitab sekaligus?

Sederhana sekali.  Pertama, kemampuan manusia untuk mengerti kebenaran pun bertumbuh secara bertahap. Dengan semakin banyak wahyu yang tersingkap, manusia pun menjadi semakin mengerti kebenaran, dan mampu mengerti kebenaran yang lebih mendalam.

Alasan kedua, karena Tuhan memimpin sejarah manusia melewati berbagai tahap yang berbeda. Tentu Tuhan memberikan instruksi yang sesuai untuk setiap tahap.

Contoh:  

Pada masa sebelum jatuh ke dalam dosa, wahyu dari Tuhan sangat sederhana,  yaitu: berkuasalah atas bumi dan binatang, beranak cucu, dan jangan makan buah yg di tengah taman. Pada saat itu,  belum perlu Tuhan menurunkan wahyu mengenai baptisan, jemaat lokal, makanan haram/halal. Itu semua belum bermakna bagi Adam dan Hawa.

Kemudian sesudah jatuh ke dalam dosa, Tuhan menambah wahyu: Janji mengenai Mesias, dan ibadah simbolik sederhana yang menunjuk kepada Juruselamat. Pada masa ini Allah memerintahkan Adam (sebagai ayah, kepala keluarga) untuk mengajarkan janji keselamatan ini kepada keluarganya. Manusia harus menyembelih seekor domba di atas mezbah sebagai lambang Mesias. Pada masa ini Ayah ditetapkan Tuhan menjadi imam bagi keluarganya. Itulah sebabnya Nuh, Abraham, Ishak, Yakub bisa memberkati/mengutuk anaknya.

Tetapi setelah waktu berjalan lama, semakin banyak manusia yang melupakan janji keselamatan ini. Akhirnya Tuhan menambah wahyu lagi (progresif), dan mendirikan suatu bangsa untuk memelihara ibadah simbolik ini, tujuannya agar manusia masih dapat ingat akan keselamatan yang Tuhan janjikan. Bangsa Israel dibangun, dan diberikan seperangkat undang-undang, dan suatu tata cara ibadah simbolik yang cocok untuk suatu bangsa. Jelas tata cara ibadah sederhana di masa Ayah sebagai imam sudah tidak cocok diterapkan secara skala nasional. Tuhan tunjuk suku Lewi untuk menjadi imam.

Kemudian waktu terus berjalan sambil Tuhan terus menuntun, dan menyingkapkan semakin banyak wahyu mengenai kedatangan sang Juruselamat. Keturunan Abraham, keturunan Daud, lahir di Betlehem, lahir dari seorang perempuan muda, dsb. Informasi (wahyu) ini diberikan secara bertahap.

Pertanyaan!Kenapa tidak langsung Tuhan deskripsikan dengan lengkap? Kenapa harus bertahap? 

Jawab: Karena kalau sudah bocor daftar ciri-ciri Mesias, nanti dipalsukan oleh Iblis. Nanti Iblis akan bikin seseorang yang bisa memenuhi sebagian besar ciri-ciri Yesus, lalu menjadikannya Mesias palsu. Makanya harus progresif, baru tak bisa ditiru Iblis.

Akhirnya Juruselamat tiba, dan dengan demikian semua ibadah simbolik pun digenapi. Maka Allah memberikan wahyu lagi kepada manusia. Sekarang, ibadah simbolik sudah tidak diperlukan lagi. Sekarang menyembah Tuhan harus dalam roh dan kebenaran. Tidak perlu terikat hari, jam, tempat, postur tubuh.

Oleh sebab itu, tidak perlu lagi kita mempersembahkan korban domba. Tidak perlu lagi pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Bahkan tidak tepat lagi menyebut gereja sebagai tempat ibadah. Sebab ibadah kita adalah rohani dan setiap waktu, bukan di suatu tempat atau waktu tertentu.

Sekarang Yesus sendirilah Imam Besar dan kita imamat yang rajani. Oleh sebab itu tidak boleh ada pengkhotbah yang mengangkat tangannya dalam kebaktian dan memberkati jemaat. Karena pengkhotbah ini bukan berperan seperti ayah sebagai imam, juga bukan berperan seperti imam suku Lewi.

Banyak orang Kristen salah paham dan tidak mengerti perubahan-perubahan yang terjadi dari satu zaman ke zaman yang lain. Tetapi jika Anda mengerti bahwa Tuhan menurunkan wahyuNya secara progresif, maka semuanya akan menjadi jelas.

Hal-hal yang bersifat prinsipil tidak akan pernah berubah. Tetapi hal2 yang simbolik, tentu dengan sendirinya berubah ketika hakekatnya datang.


By: Dr.  Andrew M.  Liauw, M. Th., Th. D

​INDOMARET VS ALFAMART

Titus 2:1 Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat.

Dua merk toko swalayan ini ibarat saudara kembar.  Hampir di setiap tempat selalu berdampingan atau setidaknya berhadap-hadapan. Keduanya saling berlomba-lomba menunjukkan pelayanan terbaik kepada konsumen. Kreatifitas, kerajinan, keramahan dan  berbagai terobosan mereka curahkan demi merebut konsumen.
Sok Alkitabiah Vs Lebih Alkitabiah

Kebanyakan mutu kekristenan antipati terhadap perbedaan-perbedaan ajaran, padahal semaikn “sehat” ajaran, akan semakin alkitabiah pula ajaran itu . Namun,  untuk sampai pada taraf itu, maka akan melewati sebuah “batu asahan” yang menajamkan “ajaranku” dulu, dan menerima ajaran yang lebih alkitabiah sekarang. Sehingga proses ini membuat ajaranku kini menjadi “lebih alkitabiah” . 

Orang yang “sok alkitabiah” akan ketinggalan jauh mutu iman kekristenannya karena tidak mau berubah menjadi “lebih alkitabiah”. Ibarat pisau,  sudah tumpul dan berkarat tetapi menolak di “gesek-gosok” di batu asahan. 
Orang yang “sok alkitabiah” menolak perlombaan untuk menjadi semakin alkitabiah. Orang seperti ini, jika menjadi Indomaret maka dengan berbagai cara akan menolak keberadaan Alfamart di dekat mereka. Demikian sebaliknya.
Belajar semakin Alkitabiah…Please deh…..
Saat saya naik kereta jurusan Semarang-Jakarta, saya dibingungkan dengan arah jurusan. Perasaan saya, kereta mengarah ke Timur. Perasaan saya mengatakan “lho kok ke Timur? Berarti ke Surabaya dong?”  Dalam kebingungan,  saya bergumul dalam hati untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kereta api ini mengarah ke barat. Namun tetap tidak berhasil.  Logika saya masih menyimpulkan bahwa kereta api ini mengarah ke Timur. Tidak lama kemudian, saya melihat dari jendela KA, pantai yang sedang diterpa ombak laut jawa berada di sebalah kanan tempat saya duduk. Berdasarkan fakta, Pantura akan berada di sebalah kanan saya jika saya mengarah ke barat. Akhirnya logika dan perasaan saya menerima dengan sepenuhnya bahwa KA mengarah ke barat alias ke Jakarta.
Please…deh…
Jika ajaran sehat dinyatakan kepada kita, pergumulkanlah itu, lalu pergumulkan juga dalam doa, maka Tuhan akan mengarahkan kepada Anda untuk masuk perlombaan yang sehat, perlombaan akan menjadi semakin “Alkitabiah.” Jika Anda menutup diri terhadap ajaran-ajaran sehat maka anda sedang berada di sebuah tempat yang bernama “sok alkitabiah”. Dan jika anda “kekeh makekeh, “ tidak mau pindah gereja dari yang kurang Alkitabiah kepada yang lebih Alkitabiah,  maka anda sedang berada di gereja yang “sok Alkitabiah”. Kalau sudah demikian maka belanjalah ke Indomaret maka anda akan melihat Alfamart sedang berlomba melayani anda tanpa permusuhan dan perselisihan. Piss yo….
By: Ps.  Firman Legowo

​Tidak ada seorangpun, bahkan Setan, yang bisa menista Alkitab

Alkitab adalah satu-satunya Firman Allah Pencipta alam semesta.  Allah yg berkuasa bukan hanya mampu membunuh manusia, bahkan sanggup menghancurkan alam semesta ini dan membuat yang baru lagi.

Melalui Alkitab Allah menyatakan bahwa manusia telah berdosa, dan tidak bisa menghampiri Allah yang maha kudus. Dosa manusia harus diselesaikan, dan caranya hanya satu, yaitu dihukumkan.

Agar manusia tidak dihukumkan, melainkan diselamatkan, maka Allah menghampakan diri menjadi manusia, namaNya Yesus, dan menerima hukuman. Dia disalibkan, dan turun ke alam maut (neraka).

Kepada manusia diberitakan kabar baik (Injil), bahwa Yesus, Allah yg menjadi manusia, telah menanggung dosa seisi dunia. Manusia hanya dituntut merendahkan hati, mengaku sebagai orang berdosa, dan menyesal atas dosa-dosanya, dan mengaminkan bahwa Yesus sudah menggantikannya dihukumkan, maka ia tidak akan dihukumkan lagi. Ia diselamatkan dari hukuman neraka.

Pernyataan Alkitab sedemikian tegas tentang dosa dan tentang berita keselamatan. Ada manusia berhikmat yang menyambut Injil (kabar baik), dengan penuh sukacita. Namun ada manusia tak berhikmat yang marah-marah, bahkan ada yang membakar Alkitab.

Apakah Allah perlu dibela? Tentu sama sekali tidak! Ia bukan hanya sanggup melenyapkan mereka yang membencinya, bahkan sanggup melenyapkan alam semesta ini. Lalu mengapakah Allah tidak menampar saja orang yang memakinya? Pertanyaan yang sama, mengapakah seorang presiden perlu menampar seorang yang memaki-makinya dan membakar fotonya? Bukankah ada polisi, jaksa, dan hakim yang akan mengurus orang bodoh itu. Pembenci Allah akan dihukum pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pada saat dia mati.

Adakah orang yang bisa menista firman Allah? Tidak, yang ada hanyalah orang bodoh yang marah-marah pada Allah yang maha kuasa, atau yang merobek kertas, atau membakar kertas yang adalah benda. Sekarang di HP ada kitab suci berbagai agama. Apakah orang yang membakar HP nya akan dituduh telah membakar kitab suci agama tertentu? Coba berpikirlah yang waras. Apapun yang orang itu perbuat terhadap perkataan Alkitab (bukan kertasnya), akan memperberat hukumannya di neraka. Persis dengan seseorang yang menambah perbuatan jahatnya terhadap presiden misalnya membakar fotonya dan lain-lain, dan itu akan menambah hukumannya di penjara.

Tidak ada satu manusia pun yang dapat menista Alkitab, bahkan setan pun tidak bisa. Alkitab adalah firman Allah yang maha kuasa. Tidak ada yang dapat Menista Alkitab, yang ada ialah manusia yang diselamatkannya atau terancam olehnya.***

Penulis: Dr. Suhento Liauw.